Indonesia Gagas Standar Halal Tunggal Global untuk Perkuat Ekonomi Muslim
Indonesia mengusung pembentukan standar halal tunggal global untuk menyatukan sistem sertifikasi antarnegara dan memperkuat posisi negara Muslim dalam ekonomi halal. Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, dalam D-8 Halal Expo Indonesia 2026, menyerukan kesepakatan bersama agar standar halal berlaku lintas negara. "Halal harus bersatu, terhubung, dan kuat, karena halal adalah kebersamaan. Karena itu, halal harus memiliki standar tunggal sebagaimana standar ISO," ujarnya. Langkah ini diharapkan mengintegrasikan perdagangan produk halal dan menjadikan negara Muslim sebagai pemain utama, bukan hanya pasar.
Saat ini, produksi halal global masih didominasi negara non-Muslim seperti China, Brasil, dan AS. Indonesia menilai penyatuan standar menjadi kunci daya saing. Sebagai langkah awal, negara D-8 telah memiliki kesepakatan saling pengakuan sertifikasi halal. Selanjutnya, BPJPH akan mengundang 70 negara untuk membahas standar halal global pada pertemuan di Jakarta, September mendatang, guna membangun sistem terintegrasi dengan logo tunggal yang diakui internasional.
https://mozaik.inilah.com/hala