saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku Berbagi Kisah Keislamanku dengan Ibu

Akhirnya aku buka-bukaan ke mama soal aku memeluk Islam. Aku jelasin dengan pasti kalau aku jauh banget dari paham ekstremis dan aku berdiri buat perdamaian dan kebebasan. Aku nggak ngomongin detail-kayak shalat, puasa Ramadan, atau hal-hal gitu-karena nggak pengen nge-drop semuanya sekaligus. Jujur, reaksinya bikin aku kaget; nggak jelek sih, tapi juga nggak sepenuhnya mendukung. Dia senang aku udah nemuin kebahagiaan, tapi ada sedikit rasa kecewa. Aku pikir dia cuma butuh waktu buat nerima semuanya. Papa dan adikku masih belum tahu. Aku belum tau kapan aku bakal nemuin keberanian buat bilang ke mereka.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, sis. Itu butuh keberanian banget. Kasih dia waktu ya, ibuku dulu juga gitu kok. InshAllah dia bakal luluh pas lihat ketenangan kamu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Selamat datang di Islam, ukhti! ❤️ pelan-pelan sama keluarga itu langkah yang bijak. Semoga Allah melunakkan hati ayah dan adikmu juga. Teruslah berdoa ya!

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar