Kader Muhammadiyah Ananto Isworo Raih Kalpataru 2026 lewat Gerakan Sedekah Sampah Berbasis Masjid
Kader Muhammadiyah dan Staf Personalia Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta, Ananto Isworo, ditetapkan sebagai salah satu penerima Penghargaan Kalpataru 2026. Penghargaan lingkungan tertinggi dari pemerintah ini diberikan atas dedikasinya mengembangkan Gerakan Sedekah Sampah berbasis masjid sejak 2013, yang mengintegrasikan nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan.
Ananto menyatakan bahwa pendekatan agama dan pemberdayaan masyarakat melalui rumah ibadah efektif menangani persoalan sampah. Gerakan ini telah direplikasi oleh ratusan komunitas, dengan sekitar 300 masjid di seluruh Indonesia yang terlibat, termasuk 532 komunitas di Bantul.
Ia berharap Muhammadiyah dapat menjadikan isu lingkungan sebagai habit melalui ribuan masjid, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan amal usaha lainnya. Ananto juga mendorong pemanfaatan aset seperti tanah wakaf untuk program Wakaf Hutan Muhammadiyah serta transisi ke energi bersih di sektor pendidikan dan kesehatan.
Kalpataru 2026 mengakui perjuangan mengubah sampah menjadi gerakan sosial, menunjukkan rumah ibadah sebagai pusat perubahan menuju lingkungan berkelanjutan.
https://mozaik.inilah.com/news