Diterjemahkan otomatis

Aku Sedang Kesulitan dengan Keyakinanku dan Rasanya Tak Bisa Melangkah

Assalamu alaikum. Aku dibesarkan di keluarga Muslim, dan waktu kecil dulu, aku selalu memandang agama sebagai sesuatu yang terkait dengan asal-usul atau budaya seseorang. Aku punya teman-teman dari berbagai latar belakang dan bersekolah di sekolah internasional, jadi aku tak pernah menganggap teman-teman itu ditakdirkan masuk neraka. Bahkan sejak kecil, aku punya pertanyaan tapi tak pernah benar-benar mendalaminya karena masih terlalu muda untuk mengerti. Sekitar umur 15, aku memutuskan mencoba mendekatkan diri pada Islam karena merasa sebelumnya aku tak benar-benar terhubung dengannya. Aku mulai menyelidiki argumen-argumen untuk dan melawan keberadaan Tuhan, dan itu membuatku sangat bingung dan takut mungkin aku meninggalkan agama, jadi aku berhenti. Tapi aku terus kembali lagi, dan itu jadi siklus di mana usaha mendekatkan diri malah mendorongku semakin jauh. Aku dianjurkan memakai hijab sejak umur 13, dan aku masih memakainya, tapi aku sudah lama bergumul dengan hal itu. Sekarang, pergumulan itu sudah menyebar ke seluruh keyakinanku. Aku tak yakin lagi bisa mempercayai Islam. Saat ini, di bulan Ramadan, aku berpuasa dan berusaha shalat, tapi itu sulit. Aku tak bisa memaksa diriku percaya pada Tuhan Yang Maha Pengasih ketika melihat semua penderitaan dan kesulitan di dunia. Bagiku tak masuk akal kalau hanya ada satu agama yang benar sementara di mana kau lahir sepertinya menentukan apa yang kau ikuti. Kadang rasanya cukup jelas bahwa tak ada agama yang 'benar'. Meski begitu, aku melihat beberapa poin, seperti argumen kosmologis dan fine-tuning, dan aku tak paham dari mana kesadaran berasal. Sepertinya ada alasan baik untuk berpikir ada Pencipta. Tapi bagaimana Pencipta itu bisa Maha Mengetahui dan Maha Penyayang sementara ada begitu banyak kesakitan di luar? Mengapa anak-anak dan hewan menderita kalau mereka tak dimintai pertanggungjawaban? Mengapa bencana alam terjadi? Mengapa orang-orang tak bersalah menderita karena orang kaya dan berkuasa? Semuanya terasa tak benar. Aku tak sanggup menatap mata anak yang sekarat karena kanker dan berkata itu semua bagian dari rencana Tuhan. Rencana macam apa itu? Di sisi lain, aku tak bisa begitu saja pergi. Aku punya ikatan emosional dengan keyakinan ini, seluruh keluargaku Muslim, aku berhijab, dan aku masih merasakan rasa bersalah religius itu. Bahkan dalam Islam sendiri, ada hal-hal dalam hadis yang benar-benar tak bisa kusetujui-banyak yang terasa tidak adil pada perempuan, dan isu-isu moral lain yang kupergumulkan. Mengapa begitu banyak kekerasan, penindasan, dan kontrol terjadi atas nama agama? Kalau Tuhan tahu seseorang tak akan percaya dan tetap menciptakan mereka, mengapa Dia mengirim mereka ke neraka? Mengapa Tuhan tak mau semua orang mengikuti-Nya? Dikatakan Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, tapi mengapa tak tunjukkan Diri-Nya pada semua orang dengan cara yang sama? Mengapa kita dihukum untuk hal-hal yang tak bisa kita kendalikan? Dan ini baru pertanyaan tentang keberadaan Tuhan-aku punya jauh lebih banyak keraguan tentang Islam itu sendiri.

+177

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Pertanyaan tentang penderitaan orang yang tak bersalah itu juga merupakan pertanyaan paling besar untukku. Aku tak punya jawaban, tapi aku mendengar kamu.

+3
Diterjemahkan otomatis

Bagian tentang perjuangan hijab yang menjalar ke seluruh keimananmu... itu sangat terasa. Mengirimkan kekuatan untukmu di Ramadan ini.

+5
Diterjemahkan otomatis

Tidak masalah jika punya pertanyaan-pertanyaan. Iman bukan berarti tidak ada keraguan sama sekali. Mungkin teruslah mencari, tapi bersikap lebih baik pada dirimu sendiri dalam prosesnya.

+10
Diterjemahkan otomatis

Ikatan emosional dan rasa bersalah ini sungguh terasa nyata. Seperti beban yang begitu berat saat pikiranmu terus mempertanyakan segalanya.

+7
Diterjemahkan otomatis

Aku juga pernah mengalami fase yang serupa. Yang membantu adalah berbicara dengan seorang ahli yang tidak mengabaikan pertanyaan-pertanyaanku. Mungkin kamu bisa mencari tempat yang aman untuk berdiskusi? Doakan aku mendapat kedamaian.

+11
Diterjemahkan otomatis

Wow, ini bener-bener nyambung banget. Aku juga sering banget terjebak dalam siklus mencoba mendekat tapi malah merasa semakin jauh. Capek banget sih. Kamu nggak sendirian dalam keraguan-raguan ini.

+11

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar