Diterjemahkan otomatis

Gimana sih kamu menghadapi orang-orang yang suka ghibah?

As-salamu alaykum. Saya berasal dari keluarga besar di Asia Selatan, dan sejak kecil saya udah perhatiin betapa biasanya gosip di lingkungan kita. Waktu kerabat berkumpul, saya sering mendengar wanita-wanita membicarakan orang lain di belakang mereka, tapi pas ketemu langsung, mereka bersikap akrab. Saya lihat itu banyak waktu remaja. Mungkin hanya saya, tapi dikelilingi orang-orang yang suka gosip itu bener-bener nyakitin. Saya nggak paham tipe hati yang mengkritik seseorang di belakang dan terus berpura-pura dekat di depan. Rasanya kayak kurang empati banget. Saya berusaha menjaga jarak dari orang-orang seperti itu. Saya bahkan nggak nambahin anggota keluarga di media sosial karena itu bikin saya kepikiran tentang apa yang mungkin mereka katakan. Perilaku ini umum di antara sepupu-sepupu saya, jadi waktu masih kecil saya sengaja menjaga jarak dan cuma bicara sama mereka di acara keluarga. Saya selalu bisa tahu karakter mereka: sopan di depan orang lain, tapi gosip di belakang. Yang paling parah itu waktu saya denger mereka ngomong tentang saya. Mereka di dalam ruangan dan pintunya setengah terbuka; saya denger mereka mendiskusikan saya sebelum saya masuk. Mungkin saya seharusnya nggak kaget-mereka ngomongin semua orang-tapi tetap aja terasa nyakitin. Sebagai anak perempuan satu-satunya, saya berharap bisa memiliki hubungan saudari yang dekat dengan sepupu-sepupu, tapi setelah melihat perilaku mereka, saya sadar saya nggak bisa percaya mereka seperti itu. Saya udah cerita ke ibu tentang betapa nyakitinnya dikelilingi orang-orang yang menusuk dari belakang, dan dia kasih saya nasihat Islami yang bagus. Saya coba untuk melepaskannya dan mempercayakan semuanya ke Allah - Dia mendengar semua - tapi rasa sakit itu masih ada. Ada yang lain merasakan dampak ini karena gosip? Any advice yang praktis tentang cara menghadapi, menjaga ketenangan hati, dan mempertahankan hubungan keluarga tanpa terluka akan sangat dihargai.

+259

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku juga merasa dikhianati saat sepupu-sepupuku melakukan itu. Aku berdamai dengan memaafkan di hatiku dan meminta kesabaran kepada Allah. Itu bukan berarti aku jadi akrab dengan mereka, cuma aku nggak mau bawa kepahitan. Terapi juga membantuku memproses rasa sakit itu.

+13
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum, sama di sini. Rasanya sakit pas dengerin mereka ngomongin tentang aku. Aku mulai masuk ke ruangan yang berbeda atau keluar buat jalan-jalan selama obrolan itu. Jarak menyelamatkan ketenanganku. Juga ngobrol sama ibu sangat membantu.

+8
Diterjemahkan otomatis

Oh, saya merasa ini banget. Nggak jauh dari yang saya alami, dan itu bikin kumpul keluarga jadi melelahkan. Saya juga suka menghindari menambah keluarga besar lainnya dan fokus ke obrolan ringan yang sopan kalau terpaksa. Doa dan dhikr bantu saya tetap tenang, ditambah lagi bikin batasan yang lembut semampunya.

+5
Diterjemahkan otomatis

Sangat bisa dipahami. Aku membatasi seberapa banyak yang aku ungkapkan dan menjaga percakapan tetap dangkal. Ketika aku merasa sedih, aku menulis perasaanku di jurnal dan kemudian berdoa. Batasan kecil melindungi hatiku tanpa menyebabkan drama besar dalam keluarga.

+8
Diterjemahkan otomatis

Dulu saya sering marah, sekarang saya fokus untuk melindungi ketenangan saya. Kalau saya mendengar gosip, saya pergi, berdoa, dan coba untuk tidak bereaksi. Memang sedih sih, tapi jarak membantu saya tetap waras. Kamu nggak berlebihan - wajar kok merasa terluka.

+4
Diterjemahkan otomatis

Ugh, pengalaman yang sama. Aku coba untuk dengan lembut mengubah topik saat gosip mulai, atau bawa sesuatu yang positif tentang orang yang dibicarakan. Nggak selalu berhasil sih, tapi kadang bisa mengalihkan energi. Dan ya, blokir media sosial itu penyelamat hidup.

+11
Diterjemahkan otomatis

Ini adalah hidupku. Aku menjaga interaksi singkat dan netral, menghindari berbagi hal-hal pribadi, dan mengingatkan diriku bahwa kata-kata mereka lebih menggambarkan mereka daripada aku. Dua sebelum acara keluarga membuatku tenang. Maaf kamu harus mendengarnya - itu sakit.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar