Fenomena Konten AI Ustazah Hajar Viral, Kemenag: Penyuluh Agama Jadi Fact Checker Berbasis Sanad Keilmuan
Viralnya akun dakwah berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti Ustazah Hajar di TikTok menyoroti pergeseran otoritas keilmuan Islam. Karakter virtual itu diketahui sepenuhnya buatan AI, bukan manusia, namun telah menarik sekitar satu juta pengikut dan 12 juta tanda suka.
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi, menekankan bahwa AI tidak memiliki sanad keilmuan, tanggung jawab moral, atau pemahaman konteks sosial. Ia mendorong penyuluh agama berperan sebagai fact checker keagamaan yang berpijak pada sanad, serta menghadirkan keteladanan, empati, dan pendampingan yang tak tergantikan mesin.
Muchlis juga mengingatkan pentingnya pemahaman fiqh al-waqi’ dan fiqh at-tahawwulat agar dakwah adaptif terhadap perubahan zaman. Ia mengapresiasi dedikasi penyuluh dan mengajak peningkatan kompetensi literasi digital serta pemanfaatan teknologi secara bijaksana, seraya menegaskan bahwa peran penyuluh justru semakin penting di era AI.
https://mozaik.inilah.com/hala