saudara
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana cara tahu mana yang benar dalam Islam saat semuanya terasa membingungkan?

Assalamu alaikum semuanya. Aku tahu ini mungkin terkesan terlalu banyak mikir-mungkin memang iya-dan bisa bikin sebagian orang kesal, tapi aku benar-benar butuh saran. Akhir-akhir ini, aku berusaha lebih serius menjalani agamaku. Aku udah nonton ceramah, baca hadis, dengerin debat, dan belajar tentang berbagai fatwa. Tapi makin dalam aku mendalaminya, makin kewalahan rasanya. Jenggot, musik, menggambar, sholat di rumah, ulang tahun… daftarnya terus bertambah. Aku nggak menolak semua ini, dan aku berusaha menerapkan sebagian aturannya, tapi masalahnya keluargaku cukup moderat dalam beragama-mereka cuma menjalankan yang dasar-dasar-dan sekarang aku bingung harus bersikap gimana di sekitar mereka. Ketakutanku yang paling besar adalah Jahannam, dan itu yang bikin semuanya terasa begitu berat. Hampir semua hal dalam keseharian bikin aku bertanya-tanya apakah aku melakukan sesuatu yang salah. Misalnya, keluargaku nonton TV dan drama yang kadang ada perempuan nggak berpakaian sopan atau ada musiknya. Apa itu haram? Aku tahu niat itu penting, kan? Tapi aku dengar fatwanya beda-beda. Pas kami pergi ke mal atau restoran, musik ada di mana-mana; nggak bisa dihindari. Ada yang bilang cuma genre tertentu yang bermasalah, sementara yang lain merujuk hadis yang mengisyaratkan alat musik itu sendiri haram. Aku jarang dengerin musik, paling 10–20 menit kadang buat fokus kerja, tapi lalu aku mikir apa aku tetap berdosa. Aku bahkan sempat kepikiran belajar piano musim panas ini, tapi akhirnya kuurungkan. Bahkan reels edukasi pun ada musiknya-apa aku harus hindari juga? Kalau aku nonton sesuatu yang ada musiknya, apa aku ikut mendukung yang haram cuma dengan nonton itu? Aku nggak tahu lagi mesti ngikutin yang mana. Boleh nggak sih aku ambil tafsir yang menurutku benar, atau itu cuma cari-cari alasan? Jenggotku tumbuhnya tipis banget-mungkin genetik, karena bapakku aja nggak punya, atau setidaknya itu yang kupikir; aku belum pernah bener-bener membiarkannya panjang. Aku cukur karena bulu-bulu halus yang muncul malah kelihatan lebih gelap di warna kulitku. Apa aku berdosa karena itu? InsyaAllah, nanti aku rencana mau coba numbuhin pakai serum dan semacamnya. Adik perempuanku pakai hijab kadang-kadang-haruskah aku menegurnya? Kalau aku bilang, keluargaku bakal nganggap aku udah jadi ekstremis dalam semalam. Sama kayak ulang tahun: kami nggak bikin pesta besar, cuma kue dan kado, nggak berlebihan, tapi aku lihat orang bilang bahkan sekadar ngucapin “selamat ulang tahun” aja nggak boleh. Jadi yang bener yang mana? Tolong ada yang kasih tahu aku gimana caranya tahu kita berdosa atau nggak. Aku juga mikirin hal-hal kayak ibuku posting foto perjalanan keluarga di mana dia nggak pakai hijab, dan aku khawatir dia dapet dosa. Terus buku-buku yang aku suka kebanyakan fiksi, tapi banyak yang ada romantisnya. Sebagian ulama bilang hindari, yang lain bilang boleh sampai batas tertentu kalau nggak eksplisit. Yang mana yang harus kuikuti? Lalu soal jabat tangan sama perempuan non-mahram. Kalau aku di panggung terima penghargaan atau teman ibuku mengulurkan tangan, aku harus gimana? Sebagian ulama bilang jangan pernah jabat tangan, cukup isyarat hormat aja. Yang lain bilang ada pengecualian. Kalau aku nolak, bisa-bisa Islam kelihatan buruk di mata orang, dan keluargaku bakal kesal. Terus ulama juga debat soal permainan yang melibatkan keberuntungan, kayak ludo, catur, atau kartu. Banyak banget pendapat-tapi mana yang benar? Aku bisa sebutin lebih banyak lagi, tapi kamu ngerti maksudnya. Setiap masalah aja ada lima pendapat berbeda. Gimana aku bisa tahu mana yang bener? Boleh nggak sih ikut aja pendapat yang terasa paling kuat, atau aku cuma milih yang lebih gampang buatku? Dan kalau aku salah pilih, apa aku bertanggung jawab? Kadang aku berharap ada alat pendeteksi halal-haram buat keseharian karena aku udah nggak tahu lagi apa yang kulakukan. Apa aku bikin ini lebih susah dari yang seharusnya, atau emang sesusah ini? Apa Al-Qur’an ngomongin hal-hal kayak gini? Apa salah mempertanyakan sebagian hadis? Aku takut ngikutin tafsir yang salah. Aku cuma mau ada yang kasih tahu aku gimana caranya benar-benar nemuin jalan yang benar. Gimana aku menjalani hidupku? JazakAllah khair buat bimbingannya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bersalaman dengan wanita non-mahram itu memang canggung. Aku cuma menaruh tangan di dada sambil senyum. Kebanyakan orang paham, nggak ada drama.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Tentang musik, aku sebisa mungkin menghindarinya tapi kadang nggak bisa dihindari juga. Kecilin volume kalau memungkinkan, atau langsung aja dzikir dalam hati.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Soal jenggot ini nyentuh banget. Punyaku juga tumbuhnya gak rata. Untuk sekarang aku cukur sih, tapi aku tahu seharusnya dicoba pelihara aja apa yang ada. Insyaallah nanti juga sampai ke situ.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar