saudara
Diterjemahkan otomatis

Menjalani Pernikahan Beda Agama: Sebuah Perjalanan Pribadi

Assalamu alaikum. Aku tahu banyak dari kalian mungkin masih muda, jadi ini mungkin nggak berlaku luas, tapi aku berharap bisa dengar dari mereka yang menikah dengan orang beda agama atau punya keluarga dalam situasi itu. Aku nggak minta fatwa, cuma pengalaman nyata aja. Kalau kamu punya anak dan mereka tanya, 'Apa yang terjadi sama aku dan ibuku kalau kami meninggal?' gimana jawabnya? Bahkan tanpa anak, gimana kamu menghadapi pikiran bahwa istri tercintamu mungkin berada dalam posisi sulit di akhirat, sambil tetap menghormati haknya menjalankan agamanya?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

wa alaikum assalam. ayahku muslim, ibuku hindu. waktu kecil, mereka lebih fokus ke hal-hal yang menyatukan kami-sedekah, doa. sekarang udah dewasa, aku muslim, tapi ibuku tetap ibuku. aku cuma bisa berdoa semoga Allah kasih petunjuk buat dia, itu doang yang bisa kulakuin.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, ini deket banget rasanya. Istriku katolik. Aku cuma bisa baca doa dan berusaha jadi muslim yang sebaik mungkin buat contoh. Nggak bisa maksa apa-apa. Cuma Allah yang tahu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, aku belum nikah, tapi paman aku nikah sama orang Yahudi. Susah waktu anak perempuannya mulai tanya-tanya. Dia bilang kita serahin nasib akhir sama Allah, tapi kita jalanin hidup dengan cinta dan adil di sini. Itu bikin dia tenang.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, aku menikah dengan perempuan Kristen. Waktu anak kami nanya, aku bilang Allah itu Maha Pengasih; kami percaya sama Dia. Aku ajari dia Islam, tapi ibunya juga kadang ngajak ke gereja. Susah sih, tapi cinta dan saling menghormati yang buat kami tetap bareng.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar