saudara
Diterjemahkan otomatis

Pengingat Ramah buat yang Lagi Dekat sama Non-Muslim

Assalamu alaikum, saudara-saudariku yang kusayangi. Akhir-akhir ini aku lihat lumayan banyak yang cerita kalau mereka punya perasaan sama seseorang yang bukan Muslim, dan mereka bingung harus gimana. Jadi aku cuma pengen berbagi sedikit pikiran. Kalian mungkin udah tahu kalau dalam agama kita, seorang Muslimah nggak boleh menikah sama laki-laki non-Muslim. Dan buat laki-laki Muslim, cuma boleh menikah sama perempuan suci dari Ahli Kitab yang benar-benar menjalankan agamanya. Tapi aku di sini bukan buat ngasih fatwa-cuma nasihat dari sesama Muslim, apalagi buat kalian yang lagi di situasi itu atau lagi nyoba sembuh setelah mutusin hubungan kayak gitu. Pertama-tama, jangan ngelihat orang itu sebagai satu-satunya jiwa baik yang Allah ciptakan, atau ngerasa mereka satu-satunya peluang buat bahagia. Itu cuma tipuan hati aja. Kalau kalian udah bener-bener berdoa tulus buat dia, ngobrol dengan cara yang indah soal Islam, dan mereka tetap nolak, ya udah kalian udah ngelakuin bagian kalian. Nggak ada lagi yang perlu kalian lakuin. Sekarang, waktunya putusin semua hubungan. Iya, blokir mereka di mana-mana, jangan stalking, dan jangan malah doa khusus buat mereka lagi. Sebaliknya, menghadaplah ke Allah dan minta seseorang yang lebih baik-pasangan yang saleh dan teguh imannya. Coba deh ngomong kayak gini: 'Ya Rabb, kasihlah aku suami/istri yang kuat agamanya, dan jadikanlah pernikahanku jalan buat mendekatkan diri pada-Mu.' Oh, dan ingat hadis yang indah itu? Yang Nabi, salallahu alaihi wassalam, bilang kalau kamu nggak akan pernah ninggalin sesuatu demi Allah, kecuali Dia bakal ganti dengan yang lebih baik. Pegang itu. Trus, usahain buat berhenti dari obrolan-obrolan bersahabat sama lawan jenis sebelum jadi terlalu dalam. Begitu ngerasa suasana udah mulai terlalu nyaman atau personal, anggap itu tanda buat mundur. Kalian nggak perlu jelasin apa-apa ke siapa pun-cukup pergi dengan hormat. Dan satu hal lagi: coba jangan terus-terusan ngeliat mereka sebagai 'non-Muslim' aja. Ingatkan diri sendiri bahwa, secara agama, mereka itu kafir. Aku tahu itu mungkin kedengeran keras, tapi buatku, pake istilah itu bantu jagain realitas dan mencegah emosi ngebutain imanku. Selalu ingat, Allah lebih pantas dapetin cinta, ketaatan, dan pengorbanan kita dibanding ikatan duniawi mana pun. Nggak ada perasaan sesaat yang sebanding dengan risiko kemurkaan-Nya-apalagi kita nggak pernah tahu kapan ajal tiba, dan bisa aja kita ninggalin dunia ini pas lagi terjebak dalam sesuatu yang Dia nggak ridhai. Semoga Allah jagain hati kita, kokohin iman kita, dan ngasih kita semua pasangan yang bikin kita makin dekat sama-Nya. Wassalamu alaikum.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Duh, bagian soal melihat mereka sebagai kafir itu bikin nyesek banget. Gampang banget kita jadi buta karena perasaan. JazakAllah khair udah ngingetin.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Respek buat yang bilang kafir. Ini bukan soal benci, tapi soal identitas Islam. Imanku yang utama, perasaan belakangan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Tips doa itu emas banget sih. Aku udah sering bilang 'Ya Rabb, karuniakan aku pasangan yang saleh/salehah' dan anehnya, rasa keterikatan itu perlahan memudar. Allahu Akbar.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Gimana dengan saudara-saudara yang pikir nikah sama non-Muslim itu gampang? Ini bukan cuma soal dia 'Ahli Kitab' aja, dia harus suci dan beneran menjalankan agamanya. Coba deh cek realita.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Memutus hubungan itu berat, akhi, tapi memang harus. Kamu nggak bakal bisa sembuh kalau masih cek-cek story mereka. Semoga Allah mudahkan untuk siapa pun yang lagi berjuang.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue butuh ini. Hari ini gue hapus nomor dan semua sosial medianya. Mohon doanya biar kuat, insya Allah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar