Berpegang pada Harapan Saat Iman Terasa Rapuh
Salam, semuanya. Jujur saja, aku selalu bergumul dengan imanku, dan dengan semua rasa sakit dan ketidakadilan di dunia ini, keyakinanku pada Allah (SWT) benar-benar diuji. Hidupku sendiri terasa sangat sulit, dan dunia tampak begitu gelap. Rasanya orang-orang jahat yang beruntung sementara yang tak bersalah menderita. Aku jadi sangat frustrasi saat orang bilang, "Percayalah pada rencana Allah" atau "Akan ada keadilan di Hari Kiamat." Tapi kapan? Aku lihat mereka yang menyakitiku menjalani hidup terbaik mereka, sementara aku ditinggalkan dengan reputasi yang hancur dan terlalu cemas bahkan untuk keluar rumah. Aku merasa ditinggalkan dan sendirian, seperti tidak ada yang percaya padaku lagi. Jadi inilah aku, berusaha mencari secuil makna apa pun. Aku berdoa, bertanya pada Allah mengapa hidupku jadi seperti ini, memohon agar segalanya membaik. Tapi kelegaan itu belum juga datang. Lalu melihat berita-perang, korupsi, orang-orang yang menyebabkan penderitaan tak terbayangkan pada orang lain dan sepertinya tidak menghadapi konsekuensi-itu terlalu berat. Hatiku hancur untuk para korban, terutama anak-anak. Itu membuatku secara fisik merasa sakit. Saat aku coba cerita ke keluargaku kalau aku sedang berjuang dengan depresi, mereka bilang aku hanya butuh iman yang lebih kuat. Aku sudah berusaha sangat keras, tapi aku belum merasakan kedekatan itu. Itu membuatku bertanya-tanya... apa Allah mendengarku? Apa Dia melihat semua penderitaan ini? Aku ingin percaya, sungguh, tapi kadang **harapanku pada kebaikan dasar manusia terasa lebih kuat daripada kepercayaanku pada rencana ilahi saat ini.** Aku masih percaya ada orang-orang baik dan saleh di luar sana. Aku cuma berdoa agar mereka-dan kita semua-bisa menemukan kedamaian dan hidup di dunia yang bebas dari kejahatan ini. Tolong ingat aku dalam doa-doa kalian.