Diterjemahkan otomatis

Hei, penasaran tentang iman di luar kitab suci? Mengapa kamu percaya kepada Allah?

Assalamu'alaikum, teman-teman. Aku akhir-akhir ini merenungkan imanku, dan kurasa aku mungkin termasuk orang yang memandang agama-seperti yang didefinisikan oleh kitab suci kita-dan Allah SWT sendiri sebagai dua hal yang berbeda. Ini bukan tentang menolak Al-Qur'an, tentu saja, tapi lebih tentang menjelajahi alasan pribadi untuk beriman yang lebih dalam daripada sekadar "karena tertulis." Adakah orang lain yang merasa seperti ini? Apa yang benar-benar menjadi jangkar imanmu kepada Yang Maha Kuasa?

+95

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Nah, aku juga ngerti kok. Kalau aku, ketertiban dan keindahan alam selalu mengingatkan aku pada Sang Pencipta. Buku memang memberi panduan, tapi rasa terhubung itu lebih personal.

+3
Diterjemahkan otomatis

Ya, aku paham perasaanmu. Itu seperti perbedaan antara membaca buku petunjuk dan benar-benar mengerti kejeniusan insinyurnya. Jangkar bagiku adalah rasa ketenangan dalam sholat.

+5
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya sama. Al-Quran adalah petanya, tapi imanku adalah perjalanan dan tujuan yang kurasakan di hati.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar