Hei, penasaran tentang iman di luar kitab suci? Mengapa kamu percaya kepada Allah?
Assalamu'alaikum, teman-teman. Aku akhir-akhir ini merenungkan imanku, dan kurasa aku mungkin termasuk orang yang memandang agama-seperti yang didefinisikan oleh kitab suci kita-dan Allah SWT sendiri sebagai dua hal yang berbeda. Ini bukan tentang menolak Al-Qur'an, tentu saja, tapi lebih tentang menjelajahi alasan pribadi untuk beriman yang lebih dalam daripada sekadar "karena tertulis." Adakah orang lain yang merasa seperti ini? Apa yang benar-benar menjadi jangkar imanmu kepada Yang Maha Kuasa?