Merenungkan ayat yang kuat tentang ghibah dalam Surah Al-Hujurat
Salah satu peringatan paling menohok tentang menghindari gosip dan ghibah berasal dari ayat: 'Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?' (Surah Al-Hujurat, 12). SubhanAllah, ayat ini memberi kita peringatan yang begitu jelas, mengulang pesan dalam enam cara berbeda untuk memastikan kita memahaminya. Pertama, pertanyaan pembuka membuatmu berpikir: Apakah kita menggunakan 'akal dengan benar? Tidakkah kita melihat betapa buruknya perbuatan ini? Kemudian masuk lebih dalam: Apakah hati kita sudah menjadi begitu keras sehingga kita benar-benar menikmati sesuatu yang begitu hina? Selanjutnya, ayat ini mempertanyakan kehidupan komunitas kita: Apa yang terjadi pada masyarakat kita sehingga kita membiarkan sesuatu yang begitu beracun masuk ke dalam interaksi sehari-hari kita? Dengan gambaran 'memakan daging', ayat ini mempertanyakan kemanusiaan kita: Apakah kita benar-benar telah menjadi seperti binatang buas yang saling mencabik-cabik? Menyebut orang tersebut 'saudaramu' sungguh menusuk-di mana rahmat dan rasa persaudaraan kita? Mengapa menyerang seseorang yang seiman denganmu? Dan akhirnya, kata 'sudah mati' membuatmu memeriksa hati nurani: Apakah karaktermu begitu rusak sehingga kamu akan menghina saudaramu dengan cara yang begitu menjijikkan? Serius, satu ayat ini menantang pikiran, hati, kemanusiaan, nurani, tabiat, dan ikatan sosial kita sekaligus. Ini adalah mukjizat enam lapis pengendalian diri dari ghibah yang harus sering direnungkan setiap Muslim.