Diterjemahkan otomatis

Ego Bisa Perlahan Merusak Hubungan

Assalamu alaikum semuanya, Mari jujur-kita semua punya ego. Ini kayak bagian diri kita yang justru menghalangi hal yang sebenarnya perlu kita lakukan, bikin kita defensif dan kadang menyakiti orang yang kita sayangi. Misalnya, kalau istriku datangi aku sambil kesal, aku mungkin tau yang seharusnya dikatakan adalah sesuatu kayak, 'Maaf aku nyakitin kamu, ceritain gimana biar aku bisa perbaiki.' Tapi egoku sering dorong aku buat meremehkan keadaan, bilang, 'Kenapa sih lo bikin jadi besar-besaran?' Sikap defensif itu bikin hal kecil jadi pertengkaran. Kita para lelaki sering lihat kebutuhan istri untuk klarifikasi atau penenangan sebagai ancaman, seolah-olah citra kita sedang diserang. Kita bereaksi kayak lagi berperang, berusaha 'menang' padahal gak ada yang perlu dimenangin. Tapi bukannya seharusnya tentang saling memahami, bukan menang? Kita ditugaskan untuk melindungi dan mengasihi wanita kita-termasuk hati dan pikirannya. Bukan cuma tentang kasih keamanan atau kasih sayang sesekali; tapi juga pastiin dia ngerasa aman dan dihargai. Kita perlu sadar saat ego mulai mengambil alih. Itu mungkin artinya kita perlu duduk dan merenungi tindakan dan reaksi kita sendiri. Dan buat para akhwat, intinya adalah soal kesabaran dan menghindari anggapan negatif kalau ada salah paham. Nabi Muhammad (ﷺ) menasihati kita untuk selalu berprasangka baik kepada sesama muslim, bahkan bikin alasan untuk mereka kalau perlu. Pada akhirnya, ego bisa merusak ikatan kita, jadi mari kita berusaha untuk lebih baik, lebih pengertian, dan kurang fokus sama 'keinginan benar' kita. Semoga Allah bantu kita semua untuk jadi lebih baik demi keluarga dan diri kita. Aamiin.

+61

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bagian tentang 'menang' dalam argumen itu sangat benar. Itu adalah jebakan yang kita semua terjebak masuk.

+2
Diterjemahkan otomatis

Ini perjuangan yang terus-menerus. Kita harus ingat, kita ini satu tim, bukan lawan.

+1
Diterjemahkan otomatis

Amin. Jazakallahu khairan untuk ini.

0
Diterjemahkan otomatis

Tepat sekali. Kekuatan sejati terletak pada kemampuan menelan harga diri dan meminta maaf.

+1
Diterjemahkan otomatis

Ya... kalimat 'kenapa kamu buat masalah besar' itu gaya standarku. Harus belajar menghilangkannya.

0
Diterjemahkan otomatis

Benar-benar menyentuh. Sudah banyak kali aku menghindar saat istri hanya ingin aku mendengarkan. Terima kasih untuk pengingatnya, bro.

0
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memudahkan kita. Bagian tentang melindungi hatinya itu sangat penting.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar