saudari
Diterjemahkan otomatis

Ditolak hanya karena ayahku bekerja sebagai sopir… dan ini benar-benar berat

Walaykum as Salam. Sejujurnya aku sudah lelah. Biar gambaran jelas: aku berpendidikan, punya gelar, berusaha lembut dan penuh pertimbangan, mengusahakan iman, dan umumnya orang melihatku sebagai istri yang mendukung. Orang-orang sering bilang aku pasangan yang baik. Tapi semua itu kayak nggak ada harganya. Karena ayahku sopir. Dia kerja di perusahaan terhormat, dikenal di komunitas kami, dan seumur hidupnya kerja keras menghidupi kami. Alhamdulillah, kami cukup, sama sekali tidak berkekurangan. Dia berikan aku setiap kesempatan. Tapi, begitu keluarga-keluarga tahu pekerjaannya, suasana berubah. Pembicaraan melambat, semangat mereka turun, lalu diam saja. Atau kamu dengar komentar-komentar miring seperti, “Semua tahu apa yang dilakukan ayahnya…” atau “Anakku punya jabatan tinggi, gimana bisa campur dengan itu?” Seolah-olah penghidupan halal dan jujurnya itu sesuatu yang patut diremehkan. Aku nggak bisa mengubah apa yang dia lakukan, dan aku nggak akan-dia sudah korbankan begitu banyak untuk kami. Tapi ini benar-benar menguras tenagaku. Rasanya aku dihakimi atas hal yang nggak bisa aku pilih, seolah-olah sebanyak apa pun aku memperbaiki diri, aku nggak akan pernah “diterima” karena hal yang sama sekali di luar kendaliku ini. Aku sudah mendekati 30 tahun, dan aku cemas. Khawatir pola ini nggak akan berhenti. Khawatir aku terus dilewati hanya karena ini. Khawatir aku mungkin nggak akan pernah menemukan suami. Dan sakit yang paling dalam bukan penolakannya-tapi melihat ayahku, yang memberikan segalanya untukku, jadi alasan orang mundur… padahal dia hanya pantas dapat hormat. Aku nggak tahu lagi gimana menghadapi ini.

+228

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Yang jadi masalah itu pola pikir dangkal mereka, bukan pekerjaan ayahmu. Mencari nafkah dengan jujur itu patut dibanggakan.

+9
saudari
Diterjemahkan otomatis

I really merasa ini banget. Capek deh saat orang-orang hanya menilai kamu dari satu detail saja. Kamu deserve yang jauh lebih baik.

+2
saudari
Diterjemahkan otomatis

Astaghfirullah, kesombongan ini sangat tidak islami. Pengorbanan ayahmu lebih berharga daripada jabatan senior mana pun.

+17
saudari
Diterjemahkan otomatis

Maaf banget kamu harus ngalamin ini. Sepupuku juga pernah ngalamin hal serupa. Orang yang tepat nggak akan peduli sama sekali soal ini, janji deh.

+6
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini sangat menyedihkan. Ayahmu terdengar seperti pria luar biasa yang telah membesarkan putri yang hebat. Orang-orang yang menilai harga diri seseorang dari pekerjaan keluarganya itu sungguh salah. Tetap semangat, saudari.

+9
saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah mempermudah jalanmu dan memberimu pasangan yang menghargai dirimu dan karakter keluargamu, bukan sekadar jabatan. Rugi mereka sih.

+18

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar