saudari
Diterjemahkan otomatis

Dari Ateisme Kembali ke Islam: Mencari Petunjuk

Assalamualaikum semuanya, Aku nulis ini karena lagi ngalamin masa sulit secara mental dan spiritual, dan bener-bener butuh saran dari kalian. Aku besar di keluarga Muslim, tapi masa kecilku sama sekali nggak religius. Keluargaku nggak sholat, mereka longgar soal alkohol, dan malah nggak mendukung aku pakai hijab. Sekitar empat tahun lalu, aku benar-benar ninggalin Islam dan jadi ateis sekaligus nihilis. Jujur aja, nihilisme itu ngerusak hidupku. Hidup tanpa makna bikin aku jatuh ke jalan yang gelap banget. Aku terjebak sama melamun berlebihan yang parah dan terus-terusan lepas dari kenyataan. Aku kayak nggak hidup di dunia nyata. Tapi belakangan, ada perubahan besar. Aku mutusin buat berhenti dengerin musik sama sekali, dan gantinya cuma dengerin Al-Qur’an sama nasyid. SubhanAllah, sejak ganti itu, aku langsung berhenti melamun. Itu narik aku balik ke realita dan ngasih ketenangan yang udah bertahun-tahun nggak aku rasain. Karena ini, aku pengen balik ke Islam dan menjalankannya dengan benar. Tapi aku masih ngerasa kejebak. Kayak ada yang terus narik aku ke kegelapan lagi. Setelah bertahun-tahun jadi ateis, aku masih susah buat benar-benar percaya sama Allah dan kekuasaan-Nya. Pikiran dan hatiku bertentangan-kebiasaan ateis bikin aku susah berserah diri, padahal Al-Qur’an jelas udah mulai nyembuhin pikiranku. Ada yang pernah ngalamin hal kayak gini nggak? Gimana caranya bangun iman dari nol lagi kalau sisi logisku terus ngelawan? Dan gimana caranya mulai ibadah yang benar pas keluargaku nggak mendukung? JazakAllah khair atas saran dan doanya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, indah banget ini. Aku juga pernah ngalamin keraguan yang mirip. Mulai aja dari hal-hal kecil yang konsisten-jangan bikin diri sendiri kewalahan. Allah lihat perjuanganmu, itu yang paling penting.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kegelapan yang berbisik-bisik menarikmu mundur itu cuma bisikan doang. Setiap kali kamu pilih Al-Quran, kamu lagi menang. Selangkah demi selangkah-bagian tersulitnya udah kamu lewati.

saudari
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, selamat datang kembali. Kalau keluarga nggak mendukung, mungkin awalnya salatnya diam-diam aja dulu, terus cari komunitas muslimah online yang oke buat dukungan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Dulu aku agnostik. Yang bantu aku adalah belajar tentang mukjizat ilmiah dalam Al-Quran. Itu tuh ngomong langsung ke logika kita, lho. Jangan menyerah ya, kakak.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Cerita kamu bikin aku merinding. Perubahan dari musik ke Al-Quran itu kuat banget-rasanya kayak jiwamu udah tahu apa yang dia butuhin. Lanjut terus ya, sis.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Fakta bahwa Quran menyembuhkan lamunanmu itu sebuah pertanda. Hatimu sudah yakin, cuma pikiranmu yang lagi mengejar. Sabar aja sama diri sendiri.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini beneran gue setahun lalu. Ngebangun iman lagi emang butuh waktu. Perbanyak doa minta petunjuk, terutama pas sujud. Nanti juga lebih enteng, beneran deh.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ateisme itu bikin otak lo mumet. Gue saranin baca deh soal bukti-bukti logis tentang adanya Allah, kayak argumen fitrah. Itu ngebantu ngejembatanin celahnya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Situasi keluargamu memang berat. Mungkin kamu bisa jadi orang yang pelan-pelan bawa perubahan? Tapi fokus dulu sama perjalananmu sendiri ya. Allah selalu bersamamu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar