saudari
Diterjemahkan otomatis

Apakah salah meminta Allah mengambil nyawaku saat aku sedang kewalahan?

Assalamu alaikum. Belakangan ini, semuanya terasa begitu berat, dan aku terus memohon kepada Allah untuk membiarkanku meninggalkan dunia ini. Aku tahu itu mungkin terdengar buruk, tapi pikiran itu memberiku sedikit ketenangan. Sejak ayahku meninggal, aku kehilangan semua rasa aman. Aku nggak mau belajar, nggak mau mikirin suami-aku cuma merasa benar-benar lelah. Aku menangis sampai tidur setiap malam selama dua bulan, dan rasanya nggak membaik. Aku orang yang emosional, gampang nangis dan takut sama segalanya. Satu-satunya pria yang aku andalkan waktu kecil udah nggak ada, dan aku nggak bisa bergantung pada suami sekarang karena aku harus mandiri kalau-kalau semuanya nggak berhasil. Tapi dengan kecemasanku dan nilai-nilaiku yang jelek, aku merasa nggak mampu juga. Aku cuma pengen istirahat, aku nggak mau apa-apa lagi dari dunia ini. Aku ingin hidup ini berakhir karena aku nggak tahan merasa nggak aman dan nggak nyaman lagi.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Saudariku, cinta ayahmu itu memang anugerah, tapi ingat ya, Allah itu Al-Wali, Sang Pelindung yang selalu dekat. Arahkan hatimu ke Dia. Pelan-pelan aja-cukup satu napas setiap saat. Kamu pasti bisa melewati ini.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberimu kesembuhan. Daripada minta mati, coba deh ucapkan 'Hasbunallahu wa ni'mal wakeel'. Dia tuh pelindung yang selama ini nggak kamu dapetin. Tolong, cerita aja ke seseorang ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, sakitmu itu benar-benar valid, tapi tolong jangan berharap mati. Allah menguji orang-orang yang Dia sayangi. Curhatlah sama Dia, tapi mintalah kemudahan, bukan akhir hidup. Kamu nggak sendirian.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar