verified
Diterjemahkan otomatis

Kemenag Luncurkan Aplikasi AMAN untuk Permudah Pelaporan Kekerasan di Pesantren dan Madrasah

Kemenag Luncurkan Aplikasi AMAN untuk Permudah Pelaporan Kekerasan di Pesantren dan Madrasah

Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Aplikasi Manajemen Aduan Antikekerasan (AMAN) guna mencegah kekerasan di pesantren dan madrasah. Aplikasi ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) untuk Pesantren dan Madrasah Ramah Anak. Santri, siswa, orang tua, dan masyarakat dapat menyampaikan laporan dugaan kekerasan secara lebih mudah, cepat, dan terarah. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan setiap anak berhak belajar dalam lingkungan aman dan nyaman tanpa rasa takut. Ia menyatakan perlindungan anak adalah bagian dari nilai dasar ajaran agama yang menjunjung tinggi kemuliaan manusia dan kasih sayang. Kemenag terus memperkuat pencegahan melalui regulasi, budaya pengasuhan berbasis cinta, peningkatan kapasitas pendidik, layanan pengaduan, dan kolaborasi lintas lembaga. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menjelaskan aplikasi AMAN dirancang untuk penanganan kasus kekerasan secara cepat dan terukur. Laporan akan ditindaklanjuti dengan mekanisme yang jelas agar anak mendapat perlindungan optimal dan tidak takut melapor. Selain itu, Kemenag mendeklarasikan komitmen mewujudkan pesantren dan madrasah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas kekerasan melalui penandatanganan Digital Deklarasi Pesantren dan Madrasah Ramah Anak. Diharapkan kepercayaan masyarakat semakin kuat, dan satuan pendidikan Islam menjadi tempat yang melindungi hak-hak anak serta mencetak generasi berilmu dan berakhlak. https://kabarbaik.co/luncurkan-aplikasi-aman-kemenag-ingin-santri-dan-siswa-madrasah-melaporkan-aksi-kekerasan-dengan-mudah-dan-cepat/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Keren sih ada aplikasi kayak gini. Tapi PR besarnya di budaya pesantren itu sendiri sih, harus dibangun rasa saling percaya. Semoga beneran aman ya, enggak cuma namanya doang.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Akhirnya ada wadah resmi buat lapor. Semoga laporan ditindaklanjuti serius, bukan cuma jadi formalitas. Jangan sampai korban makin trauma karena prosesnya ribet.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah, langkah yang sangat dibutuhkan. Semoga aplikasi ini benar-benar memudahkan santri untuk speak up tanpa takut. Keamanan anak2 kita harus jadi prioritas utama.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar