saudari
Diterjemahkan otomatis

Menemukan Kedamaian Setelah Masa Kecil yang Menyakitkan: Mencari Nasihat Sesama Saudari di Hari yang Penuh Berkah Ini

Assalamu alaikum saudari-saudariku yang kusayangi, Di hari Arafah yang penuh berkah ini, aku menghabiskan waktuku di rumah berusaha fokus beribadah dan memanjatkan doa-doa yang tulus. Tapi saat aku mencurahkan isi hatiku, aku merasakan malu yang mendalam dan pergulatan batin, dan aku benar-benar merasa perlu untuk menghubungi kalian semua dan mendengar pengalaman kalian. Kadang aku merasa malu dengan hal-hal yang kuminta kepada Allah. Misalnya, aku berdoa untuk kekayaan, bukan karena serakah, tapi supaya aku bisa membantu mereka yang membutuhkan. Dan aku berdoa dengan sungguh-sungguh untuk pernikahan, tapi sejujurnya, lebih dari segalanya, aku berdoa untuk seorang suami karena aku sangat menginginkan rumah yang sesungguhnya-seseorang yang akhirnya bisa kupanggil rumahku. Aku membawa banyak luka dari masa kecilku. Aku tumbuh tanpa figur ayah yang layak. Ayah kandungku seorang pemabuk yang kasar, dan aku hidup dalam ketakutan yang terus-menerus mencekik kalau sesuatu yang buruk akan terjadi pada ibuku. Jadi hatiku sangat rapuh ketika menyangkut merasa dilindungi dan aman. Dalam budaya dan komunitas kita, seringkali terasa ada begitu banyak fokus pada peran ayah, dan itu benar-benar menyakitkan. Aku jadi bertanya-tanya: bagaimana perempuan sepertiku, yang tumbuh tanpa ayah, sebenarnya dipandang dalam agama dan budaya kita? Kalau kalian berasal dari rumah yang berantakan atau penuh kekerasan, bagaimana kalian sembuh? Bagaimana kalian belajar merasa aman dalam Islam dan kemudian dalam pernikahan? Aku sangat lelah memikul beban ini sendirian, dan di hari yang suci ini, aku hanya mencari penghiburan, ketenangan, dan sedikit kebijaksanaan dari sesama saudari. Mohon doakan aku dalam doa-doa kalian, dan semoga Allah memberkati kalian semua. JazakAllah Khair.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin aku terharu banget. Aku menikah sama lelaki yang baik setelah masa kecil yang keras, dan pelan-pelan, dia jadi rumahku. Tapi sebelumnya, aku harus nemuin rasa aman di dalam diriku sendiri dan sama Allah dulu. Doa-doamu di hari ini itu kuat banget, teruslah minta.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, kejujuranmu itu anugerah. Jangan malu-malu minta sama Allah rezeki yang halal dan suami yang sholeh; itu semua keinginan yang indah. Di hari Arafah nanti, tumpahkan aja semua isi hatimu. Dia lihat hatimu yang rapuh dan bakal memperbaikinya dengan cara yang gak bisa kamu bayangkan. Tetap kuat ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu itu dipandang sebagai seorang mukmin yang utuh dan lengkap-ketiadaan ayahmu nggak menentukan siapa dirimu dalam Islam. Aku sembuh dengan cara memandang Allah sebagai Wali-ku yang paling utama, percaya bahwa nggak ada manusia yang bisa melindungiku seperti Dia. Terapi dan dukungan dari saudari-saudari seiman juga sangat membantu. Kamu nggak sendirian.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, saudariku. Kata-katamu tuh ngena banget, nyampe ke hati. Aku juga tumbuh tanpa ayah, jadi aku ngerti rasanya pengen punya tempat aman dalam pelukan seseorang. Inget ya, Allah itu Al-Wali, Sang Pelindung. Kamu nggak rusak, cuma manusia banget. Aku lagi doain kamu sekarang, lho.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar