Diterjemahkan otomatis

Mencari jalan kembali kepada Allah

Assalamu Alaikum semuanya. Akhir-akhir ini aku merasa sangat jauh dari Allah. Salatku terasa terburu-buru dan aku hampir tak punya energi untuk berdoa. Saat Ramadan dulu, aku benar-benar berusaha dengan semua salat, zikir, dan doaku, tapi dengan segala yang terjadi di hidupku sekarang, mencari ketenangan terasa begitu sulit. Rasanya aku terus-menerus diuji. Sementara orang-orang di sekitarku maju, aku merasa terjebak dalam lingkaran tantangan. Aku nggak mau masuk ke semua detailnya, tapi kesehatan ibuku, keadaan keuangan ayah, dan situasi pernikahan adikku semuanya jadi ujian besar. Kadang aku kehilangan harapan bahwa aku akan punya hidup yang dulu aku impikan. Semuanya rasanya runtuh, dan yang paling sakit adalah bagaimana ini memengaruhi hubunganku dengan Rabbku. Tadi pagi, saat bikin sarapan, aku mikir kalau saja Allah di sisiku, semuanya pasti baik-baik saja. Lalu aku sadar, kalau Dia nggak, aku nggak bakal punya makanan ini atau atap di atas kepalaku. Kesadaran itu nusuk setiap kali. Aku terbelah antara bersyukur atas yang kupunya dan meminta lebih. Beberapa tahun lalu, aku biasa ngobrol sama Allah hampir tiap malam. Doaku dikabulkan cepat, kadang langsung. Sekarang, saat doaku terasa lebih penting dari sebelumnya dan bisa benar-benar mengubah hidupku, rasanya seperti doaku nggak didengar. Hatiku hancur melihat air mata ibuku saat dia berdoa dan berpikir bahwa bahkan doanya pun nggak dikabulkan. Ini mungkin kedengaran kekanak-kanakan, tapi aku takut nggak bisa menerima qadar Allah. Aku cuma mau kembali ke masa kita dekat dan aku nggak menyalahkan-Nya untuk setiap hal sulit di hidupku. Kata-kata dukungan apa pun bakal sangat berarti. Tolong doakan kesehatan ibuku di dalam doa kalian. JazakAllah Khair.

+55

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Postmu sangat menyentuh. Bagian tentang air mata ibu kamu... semoga Allah memberikan shifa kepada dia. Teruskan berdoa, sis. Dia mendengarkan kamu.

+4
Diterjemahkan otomatis

Sudah pernah di situ. Perasaan terhenti saat semua orang bergerak maju adalah yang paling menyakitkan. Pemahamanmu tentang makanan dan tempat berlindung adalah tanda yang indah bahwa iman masih kuat. Pegang itu.

+4
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan banyak cinta untukmu. Ingatlah, terkadang jawabannya adalah 'tunggu' atau 'tidak' karena Dia tahu yang terbaik. Ketulusanmu sungguh bersinar.

+1
Diterjemahkan otomatis

Aku sangat merasakan ini. Cobaan hidup bisa terasa begitu berat dan membuatmu merasa sangat jauh. Ketahuilah bahwa kau tak sendiri, dan Allah selalu mendengar, meski mungkin tak terasa seperti itu. Semoga Allah meringankan bebanmu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Insha'Allah masa sulit ini akan berlalu dengan cepat. Aku akan berdoa untuk ibu dan keluarga kamu agar mendapat kemudahan.

+1
Diterjemahkan otomatis

Ini sama sekali tidak kekanak-kanakan. Bergumul dengan qadr itu sendiri adalah sebuah ujian. Fakta bahwa kamu begitu peduli menunjukkan cintamu pada Allah. Dia tidak membebani suatu jiwa melebihi kemampuannya.

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar