Diterjemahkan otomatis

Mencari tempatku: Menavigasi identitas sebagai seorang Muslim di masyarakat non-Muslim

Assalamualaikum, semuanya. Ini sedikit uneg-uneg, tapi sebagai seorang mualaf yang tinggal di negara Barat, kadang aku merasa tidak terlalu cocok di mana pun. Di satu sisi, aku berusaha untuk terhubung dengan Muslim lainnya, tapi karena komunitas di sini tidak terlalu besar, aku sering merasa diabaikan. Aku memperhatikan akhwat berhijab atau ikhwan yang memakai simbol Islam, tapi ketika aku mendekati mereka, rasanya seperti aku mengganggu atau membuat mereka tidak nyaman. Bahkan menghubungi masjid setempat atau grup Muslim di kampus juga belum berhasil; aku hanya disambut dengan keheningan. Selain itu, karena penampilanku, aku khawatir tampak menonjol sebagai satu-satunya yang tidak 'terlihat Muslim' di ruang-ruang itu. Sungguh berat rasanya merasa terlalu Muslim untuk sebagian kalangan dan tidak 'cukup Muslim' untuk kalangan lainnya. Ada saran atau pengalaman serupa?

+58

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

33 komentar
Diterjemahkan otomatis

Aku juga seorang revert dan sangat paham dengan ini. Semuanya akan membaik, aku janji. DM aku kalau mau ngobrol.

+1
Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener nyentuh hati. Meski aku lahir sebagai Muslim, kadang aku merasa gak kelihatan di lingkungan komunitas karena aku nggak pakai hijab. Rasanya seperti ada kelompok-kelompok eksklusif. Tetap kuat ya, sis.

+4
Diterjemahkan otomatis

Identitasmu adalah urusanmu dan Allah. Jangan biarkan orang lain membuatmu meragukan tempatmu. Mungkin coba komunitas online? Aku menemukan beberapa saudari yang hebat di sana.

+1
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar