Diterjemahkan otomatis

Sulit Menjaga Kelima Sholat Harian Saya

Assalamu alaikum. Iman saya kepada Allah kuat, saya percaya Nabi Muhammad (semoga damai tercurah padanya) adalah utusan-Nya, dan menerima semua nabi. Saya paham bahwa sholat itu fardhu, dan saya familiar dengan banyak kisah para nabi, hadits, dan hukum Islam. Saya tidak menolak bagian mana pun dari agama ini dan saya bahkan berhijab, tapi ada satu hal yang benar-benar saya perjuangkan-sampai-sampai kadang bikin saya nangis. Itu adalah menjaga sholat saya. Saya dengar dari orang lain, baik langsung maupun online, bahwa sholat yang konsisten adalah tanda iman yang sejati. Itu bikin saya kadang mempertanyakan kepercayaan saya sendiri, dan itu sungguh menyakitkan. Sejak dulu kala, saya tidak pernah rutin. Saya sholat sana-sini, dan saya punya ledakan motivasi yang kuat, terutama saat masa sulit ketika saya minta tolong pada Allah. Saya ingat Allah setiap hari dan memikirkan Islam setiap hari, tapi saya tetap saja jatuh kembali dari jalur sholat saya. Saya rasa alasan terbesarnya adalah studi saya saat ini-saya di jalur sains-dan jadwal saya. Saya di sekolah dari jam 9 sampai 5, lalu pulang dan belajar, dan saya juga harus persiapkan pelajaran menyetir sama kerja sukarela saya. Stres dari bagian lain hidup saya juga sangat pengaruhin saya. Karena saya bolong banyak sholat di hari kerja (Dzuhur, Ashar, dan kadang bahkan Maghrib di musim dingin), saya kehilangan semua motivasi buat mengqadha-nya. Saya tahu cara sholat dengan sempurna. Saya paham apa yang saya ucapkan, dan saya bahkan baca perlahan. Saya merasa tenang saat sholat, tapi saya cuma nggak tahu apa yang salah. Saya udah baca banyak saran tentang mulai dari yang kecil. Saya merasa bersalah mikirinnya, tapi apa kamu sarankan saya coba sholat lima waktu di akhir minggu ketika saya nggak ketinggalan, lalu pelan-pelan tingkatkan selama minggu sampai saya bisa lima waktu setiap hari? Saya udah coba memaksa dulu, dan biasanya saya tahan sekitar seminggu sebelum sesuatu terjadi-hari yang buruk, terlalu sibuk-lalu saya ketinggalan sholat, nggak bisa nemu motivasi buat mengqadha-nya, dan akhirnya berhenti. Jujur, saya merasa parah banget. Allah begitu pengasih sampai mengurangi sholat kita jadi lima, dan saya bahkan nggak bisa mengatur itu. Ada nggak sih yang dulu benar-benar berjuang keras tapi akhirnya bisa kembali sholat lima waktu sehari secara konsisten? Saya ngeri mikir jangan-jangan semua puasa saya di Ramadan ini nggak diterima karena hal ini.

+101

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku nangis bacanya. Kamu nggak sendiri, dan imanmu terlihat jelas dari seberapa peduli dirimu. Semoga Allah mudahkan semuanya untukmu.

+4
Diterjemahkan otomatis

Perjuangan adalah bagian dari jalan ini. Aku juga pernah seperti kamu, dan kini aku tidak pernah tertinggal sholat selama 2 tahun. Menyetting alarm telepon untuk setiap waktu sholat mengubah segalanya bagi aku.

+3
Diterjemahkan otomatis

Mulailah dengan akhir pekan, pasti banget. Begitulah cara aku membangun kebiasaan itu. Jadi terbentuk semacam 'memori otot doa' yang akhirnya bikin hari kerja jadi lebih gampang dijalani nanti.

+3
Diterjemahkan otomatis

Puasa-puasa kamu diterima, sis! Allah menilai usaha kita. Jangan biarkan setan memakai ini untuk buat kamu putus asa. Bahkan satu sholat saja itu sudah sebuah kemenangan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Seperti kamu membaca pikiran saya. Pola 'hari buruk lalu berhenti' adalah tepat cerita saya. Kita akan mencapainya insya Allah.

+1
Diterjemahkan otomatis

Dek, aku ngerasain banget yang kamu rasakan. Gelar sainsku bikin jadwal shalatku kacau selama bertahun-tahun. Ini bakal membaik, aku janji. Yang penting jangan menyerah.

+1
Diterjemahkan otomatis

Wah, sama dong. Rasa bersalahnya tuh beneran ada, tapi Allah tahu perjuanganmu. Mungkin mulai dari satu yang nggak pernah kamu lewatkan dulu?

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar