Diterjemahkan otomatis

Mencari kenyamanan setelah kepergian kucing kesayanganku

As-salamu alaykum, saudara-saudariku yang kusayangi. Aku baru saja kehilangan kucingku yang berusia 15 tahun, dan aku merasa sangat sulit untuk menghadapinya. Shalatku jadi sangat sulit. Kucingku biasanya duduk dengan tenang di sebelahku selama shalat, dan ketika aku selesai, dia akan langsung naik ke pangkuanku saat aku berdoa. Itu adalah kebiasaan kecil kami setiap hari. Sekarang, shalat malah membuatku sedih-aku sering menangis dan kehilangan hitungan raka'at. Aku sangat merindukannya di saat-saat seperti ini. Aku terus bertanya-tanya, adakah doa yang bisa kubaca agar, insya Allah, kita bisa bersama di Jannah? Aku khawatir akan melupakannya di sana atau kalau-kalau kita menginginkan hal yang berbeda di akhirat nanti. Aku juga merasa gagal membelanya. Allah memberiku teman yang begitu luar biasa, alhamdulillah, tapi beberapa bulan terakhirnya sangat berat. Dia punya masalah kesehatan, dan meski sudah dibawa ke beberapa dokter hewan, kami tak pernah mendapat jawaban yang jelas. Dia pergi begitu tiba-tiba, dan aku tak bisa berhenti berpikir, 'Bagaimana kalau aku melakukan lebih banyak lagi?' Aku tahu kita tidak boleh berlarut-larut dalam pikiran seperti itu, tapi memang sulit. Kami membawanya ke dokter hewan siang itu dan membawanya pulang sekitar jam 9 malam setelah dia mendapat oksigen. Tapi menjelang jam 10 malam, dia kesulitan bernapas dan meninggal. Kami mencoba mengatur tabung oksigen di rumah dan membawanya ke dokter hewan darurat, tapi semuanya terjadi begitu cepat. Aku tidak melakukan CPR atau membawanya keluar lagi, karena berpikir mungkin memang waktunya sudah tiba dan Allah telah memanggilnya kembali, tapi sekarang aku merasa bersalah karena tidak berusaha lebih keras. Nasihat atau pengingat tentang doa-doa yang menenangkan hati akan sangat berarti bagiku. Jazakum Allahu khayran.

+59

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jangan terlalu memikirkan kehidupan di Akhirat. Kebijaksanaan Allah di luar pemahaman kita. Jika memang sudah ditakdirkan, Dia akan mempertemukanmu kembali. Percayalah pada itu.

+2
Diterjemahkan otomatis

Cara kamu menggambarkan dirinya saat salat... itu sangat istimewa. Allah tahu cintamu padanya.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar