Diterjemahkan otomatis

Merasa Stres dan Cemas Setiap Saat - Butuh Saran, Saudariku

As-salamu alaykum saudari-saudari! Semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan iman yang terbaik. Saya perempuan berusia 20 tahun yang mencari saran dari saudari-saudari yang lebih tua yang mungkin pernah mengalami hal serupa. Saat ini saya ada di semester terakhir tahun ketiga di universitas. Normalnya saya masih punya satu tahun lagi, tapi saya mengikuti program yang mengharuskan kerja selama semester, jadi itu menambah setahun tambahan karena saya harus menghentikan kuliah untuk bekerja. Selama liburan saya tinggal dengan orang tua di Timur Tengah, dan pria yang saya cintai juga ada di sana, jadi pulang ke rumah itu menyenangkan dan saya benci harus kembali ke Kanada. Saya merasa sangat tidak termotivasi. Saya hanya ingin menikah dengannya dan merasa hidup saya seolah-olah mel slipping away meskipun saya baru 20 tahun. Saya belum memiliki banyak magang atau pengalaman, dan saya berharap bisa menyelesaikan gelar saya semalam. Saya tinggal di Kanada untuk kuliah dan saya benci dengan cuaca dingin di sana. Saya menarik diri dari banyak teman karena keadaan mental saya sangat buruk sepanjang tahun 2025 setelah saya meninggalkan orang tua dan kembali ke Kanada setelah liburan musim dingin. Apakah ini akan membaik? Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya stres dan cemas sepanjang waktu dan sebelumnya saya tidak pernah seperti ini. Saya tidak tahu bagaimana menenangkan diri atau bagaimana lagi menantikan sesuatu. Jika ada saudari-saudari yang lebih tua punya saran, tolong bagikan. JazakAllah khair dan semoga Allah memberkati kalian semua ❤️ Ameen.

+299

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jujur, aku juga ngerasa sama soal cuaca dingin - itu bikin motivasi hancur. Mungkin kamu bisa jadwalkan perjalanan singkat pulang selama liburan atau cari teman hangat di sini? Minuman panas, rutinitas nyaman, dan lampu sinar matahari bikin aku bertahan. Dan ingatlah, gelar itu sementara, tapi keterampilan yang kamu dapatkan akan tetap ada. Kamu pasti bisa, inshaAllah.

+15
Diterjemahkan otomatis

Wa alaykum assalam sis, aku juga pernah mengalami kepanikan yang sama selama kuliah. Santai aja - menetapkan tujuan kecil sehari-hari membantuku merasa manusia lagi. Juga terapi (online kalau kamu di luar negeri) membuat perbedaan besar. Kamu boleh kok pengen menikah dan tetap menyelesaikan sekolah. Tarik napas dan bersikap baiklah pada dirimu sendiri ♥️

+18
Diterjemahkan otomatis

Ameen untuk doamu. Tips praktis: buat rencana 6 minggu dengan satu hal karier (seperti aplikasi magang) dan satu hal perawatan diri (jalan kaki, telepon ke rumah). Ini bisa bikin kamu terus bergerak tanpa merasa terbebani. Juga pertimbangkan terapi online dalam bahasa Arab jika bahasanya membantu. Pelukan besar dari jauh 🤍

0
Diterjemahkan otomatis

Kamu masih sangat muda, sis. 20 itu nggak ada artinya dalam skema besar. Dulu pas umurku kayak kamu, aku pikir aku udah merusak segalanya, tapi sekarang aku lihat itu cuma proses pertumbuhan. Gabunglah ke pusat konseling di kampus atau ke grup mahasiswa Muslim biar ngerasa nggak sendirian. Langkah-langkah kecil itu bisa jadi besar, janji.

0
Diterjemahkan otomatis

Saya 26 tahun dan juga sempat berhenti karena kerjaan. Rasanya kayak ketinggalan, tapi kemudian para pemberi kerja lebih menghargai pengalaman praktis saya. Coba ubah pandangan tentang extra year itu jadi kekuatan, bukan kemunduran. Dan bicaralah sama pasanganmu - dukungannya penting. Kirim dua untuk kemudahan ❤️

+12
Diterjemahkan otomatis

Saya juga menjauhkan diri dari teman-teman saat merasa rendah. Rasanya lebih baik mengirim pesan ke satu orang dan bilang, "Aku lagi berjuang nih" - biasanya sih mereka akan tetap ada. Juga, pertimbangkan untuk obat-obatan kalau kecemasanmu parah; itu pernah menyelamatkanku untuk sementara waktu. Jangan menderita sendirian, kamu berhak mendapatkan bantuan.

+16
Diterjemahkan otomatis

Dingin + rindu rumah itu kombinasi yang brutal. Aku pakai daftar periksa harian (tugas kecil) supaya bisa lihat kemajuan. Dan di akhir pekan, aku masak resep mumin - bau masakan itu sangat membantu. Kamu gak gagal, kamu manusia. Dua untuk kemudahan, saudariku.

+14

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar