saudari
Diterjemahkan otomatis

Merasa Terbebani dengan Situasi Keluargaku

Assalamu alaikum, aku benar-benar perlu curhat soal ini. Aku tumbuh di rumah Muslim Asia Selatan, tapi orang tuaku nggak taat. Dua tahun terakhir ini, alhamdulillah, aku udah berusaha semampuku buat belajar dan jadi Muslim yang lebih baik. Aku tahu ini dosa besar ngomong gini, tapi kadang aku udah nggak tahan sama orang tuaku. Aku sayang mereka, dan aku bersyukur banget sama Allah atas semua berkah, tapi yang sebenarnya aku butuhin itu dukungan dan kasih sayang dari mereka. Mereka malah terus ngerendahin aku, bilang aku gagal cuma gara-gara nilai-nilaiku nggak sempurna. Waktu aku pengen kuliah di kota lain, mereka bilang aku nggak bakal bisa, ngancam mau lepasin aku, dan nggak ngasih aku kesempatan buat nyoba. Aku baru 20 tahun, dan sekarang mereka maksa aku buat nikah. Aku udah bilang aku pengen nunggu, fokus kuliah, dan aku sebenernya suka sama seorang ikhwan yang juga lagi kuliah. Dia udah ngomong sama keluarganya, dan ibunya nyaranin kita nikah atau tunangan setelah dia lulus. Tapi orang tuaku kepingin banget langsung nikahin aku, mereka bahkan nggak mau ketemu sama dia. Aku nggak ngerti aku salah apa. Aku mulai ngerasa benci, dan itu bikin aku jadi benci sama mereka karena cara mereka ngelakuin aku seumur hidupku. Aku ngerasa bingung-mungkin Allah marah sama aku karena perasaan-perasaan ini, dan itu kenapa nggak ada yang beres. Aku ngerasa sendirian banget, kayak nggak ada yang bisa nolongin aku.

+24

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak egois kok kalau pengin punya suara dalam masa depanmu sendiri. Islam tuh ngasih kita hak itu. Teruslah belajar agama-itu yang bakal jadi jangkar buat kamu. Dan keluarga si ikhwan itu kelihatannya sopan, syukuri aja berkah itu ya.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, kak. Perasaan kamu itu valid, bukan dosa. Allah tahu perjuangan kita. Teruslah berdoa dan jangan lepaskan laki-laki itu kalau dia baik buat agamamu. Kamu nggak sendirian.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar