Tetap Teguh dalam Iman Saat Tinggal dengan Keluarga yang Tidak Menjalankan Agama: Bagaimana Menjaga Iman Tanpa Memutus Hubungan?
Assalamu'alaikum saudara-saudari yang kusayangi, Aku orang Asia Selatan yang tinggal di Eropa, dan setelah kembali ke Islam, aku berusaha keras untuk shalat lima waktu dan mendalami agama. Tapi jujur, situasi keluargaku bikin perjuangan ini makin berat. Kakak perempuanku yang paling tua menikah bertahun-tahun lalu dengan pria yang kelihatannya Muslim, tapi belakangan ketahuan ternyata dia ateis. Kakakku tetap tinggal bersamanya dan perlahan-lahan jadi sangat anti-Islam-dia mengejek orang yang mau makanan halal, mengkritik pakaian Muslim seperti khimar atau abaya, bilang Muslim nggak cocok di Eropa, dan acuh banget sama apa yang terjadi di Gaza. Dia punya pengaruh besar di keluarga inti kami, dan kakakku yang lain ikut-ikutan dia. Kakak yang itu tinggal bersama mantan ateis Kristen sebelum menikah, dan baru-baru ini mengadakan upacara yang dia sebut 'Nikah' sama orang itu. Pas aku coba jelaskan baik-baik bahwa pernikahan Islam cuma sah dengan pria Muslim, dia malah bilang terus terang kalau agama nggak penting buatnya. Anggota keluarga lainnya cuma Muslim secara budaya, dan mereka nggak lihat ada yang salah dari semua ini. Kami semua saling terkait erat, jadi pandangan mereka terus-menerus membebaniku. Tambah susah lagi, aku ini yang paling bungsu, punya penyakit kronis, dan sangat bergantung pada dukungan keluarga. Kakak-kakakku sebenarnya banyak membantuku dengan kebutuhan kesehatanku, dan aku benar-benar ingin menjaga ikatan keluarga dan menyambung silaturahmi. Tapi aku takut terjerumus dalam dosa, memberi kesan bahwa aku menerima pilihan haram mereka, atau malah melemahkan imanku sendiri. Gimana caranya aku menjalani hubungan dengan kakak-kakak perempuanku ini dan menjaga iman tanpa bikin konflik atau melanggar batasan agama? Masukan Islam atau pengalaman pribadi sangat kuhargai. Jazakumullah khairan.