Diterjemahkan otomatis

Merasa Diabaikan dalam Pencarian Pernikahan karena Rumah Kami yang Sederhana

Assalamu alaikum semuanya. Aku seorang saudari Pakistan berusia 20-an, sangat berharap dapat menemukan suami yang shalih dan membangun hubungan pernikahan yang indah dan halal itu. Dulunya kupikir, mungkin agak naif, prosesnya akan lebih sederhana, apalagi karena ekspektasiku sederhana-aku tidak menuntut rumah besar atau gaji tinggi. Aku paham betul kesulitan ekonomi yang banyak dihadapi saat ini. Saat ini aku masih mahasiswa dan harapanku adalah menemukan pasangan agar kami bisa tumbuh bersama dalam agama dan kehidupan dunia. Tapi ini sungguh mengecewakan. Tiga keluarga calon sudah menolak, bukan karena akhlak atau imanku, tapi karena kami tidak tinggal di lingkungan kaya, padahal rumah ini milik kami sendiri. Banyak di komunitas kami tahu betapa anehnya beberapa tuntutan dalam pernikahan bisa terjadi. Orang tuaku, alhamdulillah, sudah bekerja sangat keras untuk kami, memberikan pendidikan terbaik untukku dan saudari-saudariku. Semua sumber daya kami diarahkan ke situ, jadi rumah yang lebih mewah memang tidak mungkin saat ini. Ini membuatku merasa seolah pernikahan mungkin tidak ada dalam takdirku. Dan meski aku tahu orang bilang aku masih punya waktu, keinginan tulusku adalah menikah di usia 20-an. Ini sebuah ujian untuk tetap sabar dan menjaga kesucian ketika jalan menuju nikah terasa sangat terhambat. Kadang, melihat orang-orang seusiaaku merayakan pernikahan mereka di media sosial membuatnya semakin sulit ditanggung. Aku hanya berdoa agar diberi kemudahan dan kerelaan atas rencana Allah.

+30

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini menyentuh hati. Banyak saudari baik yang tidak diperhatikan karena alasan dangkal seperti ini. Ketulusanmu indah, jangan kehilangan harapan.

+2
Diterjemahkan otomatis

Aku paham banget, sis, fokus pada materialisme itu bikin sedih. Semoga Allah memberimu pasangan yang menghargai ketakwaanmu lebih dari sekadar alamat.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar