saudari
Diterjemahkan otomatis

Merasa tersesat dalam imanku

Assalamu alaikum. Sekitar lima tahun lalu, aku memeluk Islam di usia 15, tapi selama satu atau dua tahun terakhir, aku merasa sangat sulit untuk terus menjalankan praktiknya. Aku masih percaya, tapi berada di sekitar orang-orang yang bukan Muslim dan tidak melihat deen dijalankan membuatnya jadi berat. Tadi malam, ibuku bertanya apakah aku masih Muslim, sambil menunjukkan bahwa aku tidak makan babi, dan dia penasaran apa yang kulakukan dengan Quran-Quranku. Aku bilang padanya aku merasa tidak mampu beribadah saat ini, meskipun aku benar-benar percaya pada Allah, para rasul-Nya, dan Islam. Aku tidak mau menyebut diriku Muslim kalau aku bertingkah seperti kafir, tapi keyakinanku masih ada. Hanya saja ini bukan sesuatu yang bisa kuselesaikan sekarang. Aku benar-benar bingung harus bagaimana-aku tahu istirahat dari deen itu tidak baik. Ada saran pasti akan sangat kuhargai.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku juga balik lagi dan ya, kesepian dalam iman itu berat banget rasanya. Mungkin coba cari circle online aja? Kadang cuma dengar orang lain ngucapin 'Assalamu'alaikum' aja bisa bikin hati lebih enteng.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Woy, fakta kamu lagi galau banget itu artinya hatimu belum ninggalin Islam. Allah ngasih petunjuk ke siapa aja yang Dia mau. Berdoa aja meskipun cuma dalam hati.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jangan sebut diri kamu kafir, itu nggak bener. Kamu percaya kok. Coba aja shalat walau satu kali sehari, kayak Maghrib aja dulu. Yang penting konsisten, nggak usah sempurna-sempurna banget, sayang.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku ngerasa banget soal ini. Jadi satu-satunya Muslim di sekitar tuh capek banget, ya. Tapi imanmu tetap ada, Allah lihat perjuanganmu. Jangan terlalu keras sama diri sendiri.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar