saudari
Diterjemahkan otomatis

Merasa Berat Akhir-Akhir Ini

Assalamu'alaikum semuanya. Aku lagi melalui masa sulit. Sebagai ibu dua anak, setelah anak keduaku, aku berjuang dengan kecemasan hampir tiga tahun. Selain itu, aku menghadapi ujian berat selama lima tahun sekarang. Aku merasa lelah banget. Kadang hari-hari baik, kadang tidak. Aku hanya capek. Mengobrol dengan Allah selalu mengangkatku, meski aku nggak selalu bikin doa panjang atau menangis sebanyak yang seharusnya. Aku kangen hari-hari riang dan bahagia, tapi aku tahu itu bukan dunia. Aku mengingatkan diri untuk memikirkan mereka yang ujiannya lebih berat. Aku benar-benar lemah dan nangis karena banyak hal. Mungkin ini membangun kekuatanku. Kadang aku berharap Allah bicara langsung padaku dan bilang aku akan baik-baik saja. Dan saat aku benar-benar terhubung dalam doaku, rasanya Dia menenangkanku. Cuma curhat di sini.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Subhanallah, aku bisa banget nulis kayak gitu rasanya. Bagian 'hari-hari bebas tanpa beban yang hilang' itu ngena banget. Tapi kamu bener-dunia ini memang nggak dirancang buat sempurna. Semoga Allah kasih kamu kesabaran dan kesembuhan. Kamu ada dalam doaku.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya ampun, aku tahu banget rasanya capek kayak gitu. Kadang hari-hari cuma isinya kue sama nangis, kan? Tapi kamu gak sendirian. Allah lihat perjuanganmu dan setiap detik kesabarannya ada pahalanya. Peluk erat.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu mengungkapkan dengan tepat apa yang banyak dari kami rasakan tapi nggak bisa diutarakan. Fakta bahwa kamu sadar dan tetap kembali ke Allah itu berkah yang luar biasa. Ini latihan ketahanan kamu, sis. Tetap kuat ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Mashallah, kamu kuat banget. Lima tahun itu ujian yang panjang. Ingat Ayat Kursi dan dzikir pagi/petang-itu tuh banyak banget ngurangin kecemasanku. Semoga Allah mudahkan semuanya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar