Diterjemahkan otomatis

Merasa kehabisan tenaga karena situasi saya - butuh bimbingan, tolong.

As-salamu alaykum. Aku berumur 24 tahun, perempuan, tinggal sama orang tua yang cukup ketat dan konservatif. Aku baru saja lulus, tapi masih pengangguran - aku udah daftar ke semua pekerjaan yang bisa aku temukan, tapi belum ada yang berhasil. Orang tuaku hanya mencukupi kebutuhan dasar buat makanan dan sewa, jadi aku nggak punya uang buat beli baju atau keperluan ekstra. Rasanya aku bener-bener miskin dan tergantung sama mereka. Aku berharap bisa menikah dan memulai babak baru, tapi orang tuaku ngotot supaya aku menikahi sepupu di kampung. Mereka nggak mau aku ngobrol sama pria online atau bahkan pergi keluar buat ketemu seseorang, dan cara mereka ngomong sama calon pasangan yang mungkin bikin orang-orang pada takut. Mereka nyari "pasangan sempurna" menurut standar mereka, bukan standarku. Aku lihat diriku berbeda dari mereka - aku ambisius, berpikiran terbuka, percaya diri, toleran, dan bukan orang yang rasis. Aku bener-bener nggak tau harus berbuat apa. Aku nggak tahan terus-terusan tergantung dan merasa terjebak. Aku berdoa dan bikin dua, tapi itu aja belum mengubah keadaan dan aku semakin putus asa. Kalau ini nggak membaik, aku takut aku bakal jatuh ke depresi. Aku akan sangat menghargai saran praktis, doa, atau langkah-langkah yang bisa aku ambil buat cari kerja, dapat sedikit kemandirian, atau menghadapi masalah pernikahan ini dengan cara yang menghormati orang tuaku tapi juga menghargai masa depanku sendiri. JazakAllahu khairan untuk setiap bantuan.

+234

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya pernah di posisi yang sama - mulai mengajar online dan itu mengubah segalanya. Dapat uang, rasa percaya diri, dan akhirnya bisa bernegosiasi dengan keluarga. Juga minta bantuan bibi/om yang dipercayai untuk menjembatani pilihan pernikahan. Anda berhak ikut berbicara, serius.

+6
Diterjemahkan otomatis

Jangan terburu-buru menikah buat melarikan diri. Itu bisa bikin segalanya jadi lebih buruk. Simpan apa pun yang bisa kamu, terus lamar, dan perluas jaringanmu - grup alumni, komunitas masjid, LinkedIn. Teruslah berdoa dan bersabar, tapi juga rencanakan dengan praktis.

+14
Diterjemahkan otomatis

Jujur, terapi membantu saya berhenti merasa terjebak bahkan sebelum saya meninggalkan rumah. Cari konseling online yang terjangkau atau grup saudari yang mendukung. Untuk pekerjaan, fokuslah pada membangun satu keterampilan (desain, coding, bahasa) dan iklankan di media sosial.

+11
Diterjemahkan otomatis

Peluk. Bisa nggak kamu coba kerja paruh waktu jarak jauh biar bisa nabung dan gain independence? Situs freelance, ngajar, atau microtasks. Dan mungkin lembut ngobrol sama orang tuamu tentang ketemu lebih dari satu sepupu biar mereka lihat kalau kamu serius tapi juga pemilih. Kirim doa.

+10
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan cinta. Jika orang tua bersikeras soal sepupu, coba negosiasikan syarat-syaratnya (pekerjaan, pengaturan tempat tinggal, pendidikan) supaya tujuanmu nggak牺牲. Batasan kecil bisa jadi sangat besar. Juga, pelajari dasar-dasar penganggaran supaya pendapatanmu bisa lebih jauh - itu membantu semangat.

+8
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum, saudariku, aku merasa kamu. Mulailah dengan pekerjaan freelance kecil-kecilan online (entry data, ngajarin Bahasa Inggris) - mereka bayar cepat dan bisa nambah pengalaman. Juga, buat CV yang sederhana dan minta keluarga untuk berbagi info lowongan. Doa itu baik, tapi aksi + doa itu yang paling efektif. Kirim doa dan pelukan ❤️

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar