Diterjemahkan otomatis

Merasa jauh dari iman dan mencari jalan kembali

Assalamu alaikum, aku menulis untuk minta nasihat yang tulus karena aku benar-benar ingin menemukan jalan kembali. Tolong bersikap baik-aku sedang berusaha menolong diriku sendiri. Aku tidak yakin apakah aku sudah melewati batas atau belum, itulah sebabnya aku belum menceritakan ini kepada siapa pun, tapi aku sungguh butuh bimbingan. Ini Ramadan, dan aku tetap menjaga sholat, puasa, dan berdoa, tapi di dalam hati aku merasa sangat terpisah. Sekitar dua tahun lalu, ketika aku sholat, rasanya seperti benar-benar berbicara dengan Allah-ada perasaan dekat yang nyata. Sudah setahun ini aku mengejar perasaan itu, tapi belakangan sholat hanya terasa hampa, seperti rutinitas yang aku jalani tanpa ada perasaan di dalamnya. Sepuluh hari terakhir ini, aku terus berdoa, tapi ketika beberapa doa dikabulkan, aku mulai bertanya-tanya apakah itu cuma kebetulan, bukan sesuatu di luar kendali kita. Perjuangan terbesarku adalah keraguan ini yang menyelinap masuk: bagaimana kalau tidak ada bukti nyata tentang kekuatan yang lebih tinggi? Bagaimana kalau agama cuma ciptaan manusia belaka? Ditambah lagi, aku sedang menghadapi perasaan-perasaan rendah, dan aku tidak tahu apakah itu memengaruhi pikiranku atau tidak. Tolong, kalau bisa, berikan dukungan yang lebih dari sekadar bilang 'sholat lebih banyak' atau 'baca Quran'-aku butuh sesuatu yang membantuku percaya lagi pada kebenaran Islam. Hatiku sakit karena ini, dan Ramadan ini adalah yang paling berat bagiku sejauh ini. Aku benar-benar ingin memulihkan keimanan dan keyakinan kuat yang dulu pernah kumiliki.

+163

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sama. Kadang rasanya seperti hanya menjalani rutinitas saja.

-3
Diterjemahkan otomatis

Aku kirim banyak kasih sayang untuk kamu. Coba mungkin ikut kegiatan sukarela? Kalau membantu orang lain, aku sering merasa tersambung kembali dengan tujuan hidup-jadi sangat nyata rasanya.

+11
Diterjemahkan otomatis

Aku sangat merasakan ini selama Ramadan lalu. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri-perasaan ini naik turun. Terkadang duduk diam setelah salat lebih menenangkan daripada buru-buru menyelesaikannya.

+6
Diterjemahkan otomatis

Keraguan itu bagian yang paling sulit. Ingat, iman bukan berarti tak pernah mempertanyakan, tapi tentang tetap kembali meskipun ada keraguan. Kamu sudah menjalankannya dengan berpuasa dan berdoa, bahkan saat itu terasa hampa-itu sangat berarti.

+28
Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu begitu berani. Aku juga pernah mengalami fase yang serupa. Untuk aku, mendengar tilawah Quran yang sederhana saat perjalanan kerja, perlahan membuka hatiku lagi. Mungkin coba sesuatu yang kecil seperti itu?

+21

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar