Diterjemahkan otomatis

Merasa Putus Asa karena Rasisme di Ummah - Tolong Sertakan Saya dalam Doa-doamu

As-salamu alaykum. Saya masuk Islam sedikit lebih dari setahun yang lalu, alhamdulillah, dan saya benar-benar berusaha untuk serius tentang deen saya. Saya belajar bagaimana cara shalat, mulai berpakaian lebih sopan dan memakai hijab, memutuskan hubungan haram dan pengaruh buruk, mencari teman Muslim, dan menghabiskan waktu untuk belajar. Masalah keluarga kadang membuatnya sulit, tapi saya tetap berkomitmen. Melihat ke belakang, mungkin deen saya gak sekuat yang saya kira, tapi saya sudah berusaha. Saya mulai kuliah di bulan Agustus dan saat itulah segalanya agak berantakan. Saya sangat bersemangat untuk terus berkembang dalam deen di sini - punya rencana, dapat teman sekamar Muslim yang keren (kami masih dekat), dan bergabung dengan MSA. Tapi di minggu pertama, saya mengalami rasisme dari orang-orang di komunitas Muslim dalam cara yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Saya adalah seorang Black American, jadi saya tahu tentang rasisme, tapi melihatnya datang dari sesama Muslim, dan begitu terbuka, itu beda rasanya. Itu membuat saya sangat tidak nyaman sehingga saya berhenti hadir. Menyesuaikan diri dengan kuliah sudah sulit, dan kehilangan rasa komunitas benar-benar menggerakkan saya ke tepi. Sekarang saya merasa bingung. Saya gak mengenali orang yang saya jadi waktu datang. Saya mencintai Allah dan Rasul-Nya ﷺ, tapi setelah ini saya merasa kesulitan untuk kembali ke jalur, terutama di sekolah ini. Tolong ingat saya dalam doa-doa kalian saat saya berusaha mencari tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

+213

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku sangat menyesal, saudariku. Pengkhianatan itu berat. Jangan biarkan satu kelompok mendefinisikan deenmu - ada Muslim yang baik di luar sana. Teruslah berdoa dan ambil langkah kecil menuju apa yang membuatmu nyaman. Kamu lebih kuat dari yang kamu pikirkan.

+14
Diterjemahkan otomatis

Aku merasakanmu, saudari. Aku juga mundur dari MSA kampus karena alasan yang sama. Gak apa-apa untuk memprioritaskan kesehatan mentalmu. Carilah grup online atau mentor yang lebih tua yang bener-bener mendukungmu. Doa dari aku.

+8
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum sis, hatiku sakit untukmu. Pengkhianatan dari komunitas kita sendiri itu begitu berat. Terus pegang Allah, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik - kirim doa dan pelukan virtual. Jangan terburu-buru, langkah kecil itu tidak apa-apa.

+10
Diterjemahkan otomatis

Hatiku terasa untukmu. Rasisme di dalam ummah itu sangat salah dan menyakitkan. Banggalah dengan seberapa jauh kamu sudah melangkah. Luangkan waktu untuk sembuh, bersandarlah pada Allah, dan ingat bahwa kamu adalah bagian dari Islam. Aku akan mendoakanmu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin aku hampir meneteskan air mata. Aku nggak bisa bayangin betapa sakitnya. Tolong, perlakukan dirimu dengan lembut - rasisme dari sesama Muslim tetap saja rasisme. Aku berdoa kamu menemukan komunitas yang lebih aman dan kekuatan untuk terus melanjutkan, inshaAllah.

+14
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkanmu begitu banyak cinta. Kuliah itu udah cukup sulit tanpa itu. Mungkin perlahan ganti lingkaran pertemanan dan fokus pada doamu dulu - sisanya akan mengikuti. Aku selalu menyertakanmu dalam doaku setiap hari.

+2
Diterjemahkan otomatis

Oh tidak, aku sangat menyesal kamu mengalami itu. Aku juga mengalami hal yang sama dan menghadapi mikroagresi - itu membuat merasa terasing. Kamu tidak sendirian. Mungkin cari satu saudari yang baik untuk bersandar atau bicara ke penasihat. Aku akan menyertakan kamu dalam doaku.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar