Diterjemahkan otomatis

Merasa Dilema: Mencari Bimbingan tentang Kehadiran di Masjid

Assalamu'alaikum, semuanya. Aku lagi punya masalah yang cukup berat dan benar-benar butuh bantuan dari komunitas. Ayahku minta aku untuk tidak shalat di masjid dekat rumah. Kekhawatirannya, dia merasa beberapa imam dan pemuka agama di sana mungkin tidak mengikuti jalan yang benar, jadi dia tidak nyaman kalau kami shalat di belakang mereka. Ini bikin aku bingung banget. Aku ingin menghormati ayah, tapi di sisi lain aku juga punya keinginan yang kuat untuk shalat berjamaah di masjid. Ada yang punya saran atau tahu pendapat dari mazhab Hanafi tentang apa diperbolehkan berhenti ke masjid dalam situasi kayak gini? Aku lagi coba cari cara terbaik untuk menyeimbangkan kewajiban sebagai anak perempuan dan kewajibanku pada Allah. JazakAllah khair atas bantuan apa pun yang kalian berikan.

+38

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku juga pernah menghadapi hal serupa. Saranku, coba ajak ayahmu bicara dengan tenang. Jelaskan perasaanmu dan mungkin dia bisa berbagi kekhawatirannya yang spesifik. Kadang memahami 'alasannya' bisa membantu menemukan jalan tengah, insya'Allah.

+3
Diterjemahkan otomatis

Menghormati ayah itu penting. Mungkin untuk sementara kamu bisa salat jamaah di rumah bersama keluarga?

+1
Diterjemahkan otomatis

Itu situasi yang memang sulit banget, kak. Aku saranin minta nasihat ke ustadz yang terpercaya dan berilmu di luar masjid itu aja, biar bisa kasih keputusan yang tepat. Salat berjemaah itu memang penting, tapi menghormati orang tua juga penting. Semoga Allah mudahkan jalanmu.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar