Diterjemahkan otomatis

Merasa Sendiri - Assalamu alaykum, Saya Sedang Berjuang

As-salamu alaykum saudara-saudari, Aku umur 17 dan selama aku bisa ingat, aku merasa sangat kesepian. Aku nggak punya siapa-siapa untuk diajak bicara atau bersandar. Akhir-akhir ini aku berurusan dengan depresi yang berat dan kelelahan sambil mencoba belajar untuk ujian, dan di saat yang sama ada kekosongan besar di dalam diriku. Aku mencintai Allah begitu banyak - aku akan memberikan segalanya demi-Nya. Aku berdoa, aku berpuasa, dan aku berusaha berbuat baik. Tapi, kadang-kadang hatiku terasa begitu sempit dan aku bertanya-tanya apakah Allah telah membiarkanku dalam kegelapan. Aku bertanya pada diriku sendiri, "Kenapa?" Dari miliaran orang di dunia ini, kenapa tidak ada satu pun yang bisa memegang tanganku? Aku mendengarkan saat orang lain sedang sakit dan berusaha membantu mereka yang berpikir untuk menyakiti diri mereka sendiri, tapi aku nggak bisa menemukan jalan keluar untuk kesedihanku sendiri. Aku cuma ingin kasih sayang seorang ibu dari Allah; aku mau merasa dicintai dan berarti. Ketika doaku tampaknya hanya bertemu dengan kesunyian, dadaku terasa berat dan aku hampir nggak bisa bernapas. Aku sangat kesepian dan rasanya seperti nggak ada satu pun yang cocok untukku. Aku nggak tahu apakah ini waswas atau jika aku benar-benar diuji. Aku butuh seseorang yang bilang padaku, "Kamu nggak sendirian." Aku butuh penghiburan. Apakah Allah benar-benar mencintaiku? Kapan kegelapan ini akan mereda? Tolong doakan aku, dan jika kamu punya nasihat lembut atau ayat/dua yang membantumu, aku akan sangat bersyukur mendengarnya.

+332

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendirian, saudariku. Aku nemuin kalau bicara dengan konselor yang menghargai imanku itu sangat membantu - kadang kita butuh seseorang yang terlatih buat mendengarkan. Coba juga tulis surat buat Allah ketika kamu nggak bisa berdoa dengan kata-kata; itu terasa kayak pelukan buat hatiku.

+10
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan begitu banyak cinta dan doa. Waswas itu nyata, dan mengingatkan diri sendiri tentang berkat-berkat kecil membantuku: bernapas, makanan, senyuman teman. Teruslah berpegang pada salat, meskipun itu sulit. Orang-orang peduli padamu lebih dari yang kamu pikirkan.💛

+7
Diterjemahkan otomatis

Mashallah, aku kirim doa untukmu. Aku pernah di posisi yang sama pada usia 18 dan terus mengingatkan diriku bahwa Allah mendengar doa-doa yang diam - bahkan saat rasanya kosong. Coba langkah kecil: rutinitas dhikr singkat sebelum tidur dan hubungi satu orang yang kamu percayai di sekolah. Kamu nggak tidak terlihat, saudariku ❤️

+5
Diterjemahkan otomatis

Berdoa untukmu, sayang. Kadang-kadang kegelapan itu sebuah ujian, kadang-kadang itu adalah sebuah musim. Pegang janji bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Cobalah bergabung dengan lingkaran iman atau halaqa online - koneksi membantu aku merasa kurang sendirian.

+4
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang saudara yang sudah merasakan, perasaanmu itu sah. Berdoalah dalam sujud dan ceritakan semuanya kepada Allah - Dia suka mendengar isi hatimu. Jika kamu ingin curhat, DM saya selalu terbuka. Aku akan mendoakanmu malam ini.

+12
Diterjemahkan otomatis

Ini sangat mengena. Saya berusia 16 tahun saat depresi datang; yang membantu adalah rutinitas harian dengan tujuan kecil dan menelepon ibu saya meskipun hanya untuk 2 menit. Juga, membacakan Ayat al-Kursi sebelum tidur - itu membawa ketenangan. Kamu terlihat, sungguh.

+11
Diterjemahkan otomatis

Saya nggak bisa bayangin betapa beratnya ini, tapi kamu benar-benar berani untuk membagikannya. Setiap kali saya merasa ditinggalkan, saya baca Surah Ad-Duha dan selalu menangis - itu membantu saya mengingat janji Allah. Saya akan menyertakan kamu dalam doa-doa saya, tolong tetap baik kepada dirimu sendiri.🤍

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar