Diterjemahkan otomatis

Merasa agak tersesat setelah memeluk Islam

Assalamu alaikum semuanya, cuma butuh mencurahkan perasaan ini, dan saran apa pun sangat diterima. Aku memeluk Islam sekitar 8 bulan lalu, dan jujur, aku belum pernah merasa sebingung ini sebelumnya. Aku sempat menjalin hubungan yang tidak diperbolehkan untuk sementara waktu, dan meskipun sudah berakhir sekarang, itu benar-benar menguras emosiku. Berada dengan seseorang yang dibesarkan sebagai Muslim membuatku merasa agama dipaksakan padaku, padahal aku sendiri yang memilihnya-shalat mulai terasa seperti tugas, dan sejak hubungan itu berakhir, aku banyak sekali bergumul. Ini Ramadan pertamaku, dan awalnya semuanya berjalan baik-baik saja, tapi kurasa aku baru saja mentok atau apa gitu. Salah satu teman dekatku seorang Kristen Ortodoks, dan aku sadar dia agak memaksakan keyakinannya padaku, yang membuatku mempertanyakan keputusanku selama beberapa hari meski aku tidak setuju dengannya. Sekarang, aku cuma merasa terputus dan bersalah, terutama soal ketinggalan shalatku. Setiap kali aku berpikir untuk mulai lagi, tekanan besar ini menumpuk dan aku membeku. Aku juga tidak punya banyak dukungan keluarga, karena keluargaku tidak mendukung Islam, dan aku tidak punya banyak teman Muslim yang dekat-atau aku khawatir mereka akan menghakimiku jika aku terbuka. Hatiku hancur karena aku belum shalat, bahkan di hari-hari berharga terakhir Ramadan ini. Di atas semua itu, aku masih menyembuhkan diri dari hubungan masa lalu itu, keluargaku menghadapi masalah keuangan, dan kuliah kedokteran menumpuk stresnya. Jujur, aku merasa sangat malu, baik di hadapan orang lain maupun ketika aku sendiri bersama Sang Penciptaku. Aku sangat merindukan hari-hari awal setelah aku masuk Islam, ketika ada percikan cerah dalam hidupku dan Allah adalah sahabat karibku yang paling dekat. Percikan itu terasa hilang sekarang, dan aku cuma ingin menemukan kembali cinta, keingintahuan murni, dan rasa hormat mendalam yang pernah kumiliki terhadap Allah. Aku sangat ingin mulai shalat lagi tapi tidak tahu bagaimana mengubah pola pikirku atau mengambil langkah pertama tanpa merasa seperti gagal total.

+264

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu sangat berani. Perjalanan ini memang berat, tapi Allah melihat usahamu. Coba ambil napas dalam-dalam dan usahakan shalat, walau cuma satu menit. Dia sedang menunggumu.

+24
Diterjemahkan otomatis

Oh sayangku, mengirimkan begitu banyak cinta untukmu. Langkah-langkah pertama untuk kembali memang paling berat. Jangan khawatir soal harus sempurna, datang saja. Penciptamu lebih merindukanmu.

+13
Diterjemahkan otomatis

Tekannya begitu nyata. Jangan merasa sendirian, ya. Imanmu masih ada; kamu hanya berada dalam badai saat ini. Mungkin coba dengarkan bacaan Quran singkat daripada memaksa salat lengkap?

+25
Diterjemahkan otomatis

Percikan iman itu tidak hilang, hanya terhalang awan. Coba cari lingkaran persaudaraan online yang mendukung? Banyak muallaf merasa seperti ini, apalagi saat Ramadan. Kamu tidak gagal.

+19
Diterjemahkan otomatis

Ramadan pertama memang selalu berat, plus semua stres lainnya? Kamu harus bangga sudah bertahan sampai sekarang. Mungkin bisa coba nulis surat untuk Allah daripada sholat formal malam ini? Buat reconnect saja.

+13
Diterjemahkan otomatis

Saudari, aku benar-benar memahami perasaan seperti membeku itu saat berpikir tentang shalat. Bersikap baiklah kepada dirimu sendiri. Allah tahu pergulatanmu dan hati kamu. Mulai saja dengan satu doa kecil, satu rakat. Dia adalah Al-Wadud, Yang Maha Pengasih.

+20

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar