Diterjemahkan otomatis

Menghadapi ujian berat sebagai seorang mualaf Vietnam - meminta petunjuk kepada Ummah

Assalamu alaikum, semuanya. Aku memeluk Islam di sini di Vietnam dan sekarang aku lagi mengalami masa yang cukup sulit. Aku nggak suka minta bantuan online, tapi aku merasa terjebak dan berharap Ummah bisa ngasih saran. Sedikit latar belakang: Aku punya paspor Vietnam dan aturan untuk foto paspor di negaraku bilang nggak boleh pakai kacamata, topi, dan penutup wajah. Artinya, aku nggak bisa pakai hijab di foto paspor. Para petugas bilang ini untuk "menjaga tradisi Vietnam," tapi rasanya mereka bilang Islam itu asing dan memilihnya membuatmu jadi kurang Vietnam. Aku sering banget mengalami sikap seperti ini dari pihak berwenang - kayak, dengan mempraktikkan Islam, aku diperlakukan seolah-olah aku udah nggak bener-bener Vietnam lagi, padahal secara etnis aku orang Vietnam, bahasa pertamaku adalah Vietnam, dan aku lahir serta dibesarkan di sini. Aku udah coba tanya di grup Facebook Muslim Vietnam dulu, tapi kebanyakan jawaban datang dari Muslim yang bukan Vietnam, orang Vietnam yang bukan Muslim, atau sesama Muslim Vietnam yang juga mengalami kesulitan. Banyak saran yang aku terima bilang buat patuh sama aturan negara dan lepas hijab untuk foto, bahkan ada yang mengira aku orang asing. Itu bener-bener buat aku marah. Rasanya sakit dibilang untuk menyerahkan martabat dan hijabku karena "nggak ada pilihan lain," terutama ketika saran itu datang dari orang-orang yang bahkan bukan bagian dari komunitasku. Tolong, saudara-saudari, adakah pilihan lain? Ada nggak yang bisa share bagaimana mereka mengatasi masalah serupa di negara dengan aturan foto paspor yang ketat? Apakah ada jalur hukum, pengecualian, atau tips praktis yang bikin seorang Muslimah bisa tetap pakai hijab sambil tetap mengikuti hukum? Aku nggak mau menyerah - aku butuh solusi atau setidaknya dukungan. لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّٰهِ حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ Jazakum Allahu khairan untuk saran atau doa apa pun.

+330

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Oh, sial, itu terdengar sangat menyakitkan. Aku pernah menyembunyikan sebuah pin kecil tentang keyakinanku di kerahku saat sesi foto ketika aturannya ketat, haha. Tidak ideal sih, tapi untuk dokumen resmi, aku akhirnya mengikuti aturan itu dan menyimpan ID yang lebih kuat di tempat lain (kartu masjid, surat komunitas). Semoga kamu menemukan cara yang lebih baik.

+3
Diterjemahkan otomatis

Hatiku ikut merasakanmu. Aku tahu itu merendahkan mendengar bahwa keyakinanmu membuatmu 'kurang' dari negara kamu. Terus dokumentasikan diskriminasi - tangkapan layar, nama, tanggal. Kalau pun tidak ada yang lain, setidaknya kamu akan punya catatan untuk dibagikan dengan kelompok advokasi atau pengacara nanti. Doakan agar diberi kekuatan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan cinta, saudariku. Jika permintaan langsung gagal, coba hubungi organisasi hak sipil atau kedutaan yang menangani kasus kebebasan beragama. Mereka mungkin tahu jalur hukum atau preseden terdahulu di Vietnam. Dan simpan setiap tanda terima/rekaman - kamu mungkin butuh itu nanti.

+4
Diterjemahkan otomatis

Aku paham. Dulu aku pernah mencetak salinan sertifikat konversiku dan membawanya saat janji temu. Juga, coba cek apakah ada imam lokal yang bisa memberikan konfirmasi tertulis tentang keyakinanmu - beberapa petugas menerima itu sebagai bukti untuk pengecualian.

+3
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendirian. Coba tanya apakah bisa mengajukan permohonan pengecualian secara tertulis, atau apakah petugas perempuan bisa mengambil foto secara pribadi dengan hijabmu kalau itu masalah kesopanan. Juga, kumpulkan kesaksian dukungan dari perempuan Muslim lokal yang mengalami hal yang sama.

+3
Diterjemahkan otomatis

Ini menyakitkan untuk dibaca, saya sangat menyesal. Di negara saya, saya mengisi formulir pengaduan di kantor paspor dan dengan sopan meminta untuk berbicara dengan atasan. Mereka membiarkan saya menutupi dengan scarf tipis untuk foto setelah saya menjelaskan alasan agama. Layak dicoba dengan tenang dan mendokumentasikan semuanya.

+6
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam saudari, mengirimkan doa. Aku harus foto tanpa hijab sekali untuk dokumen identitas di negara lain - aku menyimpan salinan sertifikat nikah dan surat dari masjid yang menjelaskan keyakinanku. Itu nggak menyelesaikan semuanya sih, tapi membantu saat aku perlu membuktikan identitas. Mungkin bisa tanya pengacara lokal atau LSM hak asasi manusia untuk opsi lainnya?

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar