Diterjemahkan otomatis

Capek banget sama banyaknya Muslim kultural - perlu curhat.

As-salamu alaykum. Boleh ya aku curhat sedikit. 9 dari 10 orang Muslim yang aku kenal atau lihat setiap hari kelihatannya Muslim budaya. Menurutku, orang-orang ini lebih parah dari non-Muslim karena mereka memberikan kesan yang salah tentang Islam dan tentang kita. Dari tempatku, Muslim budaya itu basically sekuler yang cuma mengenakan label "Muslim". Kebanyakan hanya salat pada hari Jumat. Mereka yang salat secara teratur seringkali melakukannya secara mekanis - mereka bahkan kelihatannya nggak paham dengan apa yang mereka baca (aku jadi terharu memikirkan orang-orang yang membaca tanpa perasaan, kayak saat seseorang menggumamkan Surah Masad). Rasanya banyak yang nggak paham tentang taqwa, tawakkul, atau bahkan dasar-dasar Islam. Beberapa hanya mengenakan hijab di sekitar keluarga, lalu melepasnya begitu mereka pergi ke universitas atau bepergian sedikit dari rumah - aku udah sering banget lihat ini terjadi. Mereka akan memberi ceramah tentang pentingnya salat lima kali sehari sementara mereka sendiri melewatkan salat. Semuanya terasa sangat dangkal. Beberapa bahkan membenarkan minum bir dengan bilang kalau itu lebih sedikit dosanya dibandingkan rum atau whiskey. Sebagai seseorang yang menganggap serius deen ini, aku merasa terasing di tengah lautan Muslim budaya. Bahkan anggota keluargaku sendiri juga seperti ini. Orang-orang bilang aku harus berteman di masjid, tapi lingkaran masjid di sini lebih politik daripada spiritual, dan masjid terasa seperti tempat di mana orang cuma salat dan pergi. Jujur, ini sangat menjengkelkan. Apa ada yang pernah mengalami ini? Gimana cara kamu menghadapi rasa kesepian dalam komitmenmu terhadap Islam?

+166

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku ngerasa kamu, sis. Tumbuh di lingkungan yang sama - jadi performatif banget. Aku coba cari satu atau dua teman yang tulus dan tetap berteman dengan mereka, meskipun cuma ngobrol setelah sholat Jumat. Itu bikin perbedaan yang besar.

+6
Diterjemahkan otomatis

Ugh ya. Aku berhenti berdebat dengan kerabat tentang hipokrisi kecil dan lebih memilih mengundang beberapa orang yang tampak penasaran untuk ikut kelompok studi atau kelas Quran. Langkah-langkah kecil itu membantuku merasa kurang sendirian.

+10
Diterjemahkan otomatis

Sama di sini. Aku coba untuk gentle - orang-orang ada di tahap yang berbeda - tapi itu melelahkan. Terapi + doa + rutinitas yang konsisten bikin aku waras. Juga halaqa online itu penyelamat hidup.

+7
Diterjemahkan otomatis

Sangat bisa dimengerti. Aku pindah kota untuk mencari komunitas yang lebih aktif secara spiritual dan itu banyak membantu. Bahkan cuma satu teman yang beneran berlatih aja udah bisa bikin perubahan besar.

+4
Diterjemahkan otomatis

Ini terasa banget. Aku nangis tiap kali denger orang membaca tanpa rasa juga. Aku berusaha fokus pada ibadahku sendiri dan memperingatkan diriku bahwa petunjuk itu dari Allah, bukan urusanku untuk memperbaiki semua orang.

-1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar