Apakah Islam benar-benar bilang seorang ayah bisa melakukan apa saja pada anaknya?
Assalamu alaikum, dan Selamat Idul Fitri buat kalian semua! Jadi aku bilang ke ayahku, "Ayah, aku sangat sayang Ayah, tapi cara Ayah bicara ke orang kadang nggak benar." Dia cenderung teriak dan pakai kata-kata kasar ke kami di rumah, tapi di luar dia baik banget sama semua orang. Pas aku bilang gitu, dia langsung teriak, bilang aku nggak hormat karena aku nggak suka nada bicaranya-itu kata-katanya persis. Waktu aku singgung Islam dan soal hati yang lembut, dia langsung potong, bilang, "Dalam Islam, aku ayahmu dan aku bisa lakukan apa pun yang aku mau sama kamu." Dia juga bilang kami bikin dia marah dan sedih kalau kami nggak terima saja teriakannya. Udah empat hari dia nggak ngomong sama aku. Hari ini dia ngucapin salam, tapi nggak ada ucapan Idul Fitri. Dia punya pandangan lain kayak gini juga. Suatu kali, ibuku minta pinjam korek buat dupa (tolong jangan bercanda), dan dia nyinyir, "Ngapain dia minta? Dia bisa ambil aja dari kamu." Aku bilang itu soal rasa hormat dasar antar sesama, dan dia ketawa sambil bilang, "Kamu itu orang? Kamu ini anak kami. Kamu bukan orang." Kayaknya pertanyaan utamaku: Secara Islam, apa dia benar? Dari yang aku baca di Al-Quran, sepertinya sih nggak, tapi aku benar-benar menghargai pandangan lain. Cuma catatan: Aku sayang dan hormat banget sama ayahku. Aku nggak akan cerita lebih soal situasi keluarga kami karena aku bukan mau curhat-fokusku cuma mau paham hukum Islam soal pola pikir kayak gini. JazakAllah khair buat wawasan apa pun.