Diterjemahkan otomatis

Apakah doa marah orang tua pernah jadi kenyataan?

Assalamu Alaikum - Aku pernah denger orang bilang jangan sampai doa marah orangtua kita keluar, karena bisa jadi doa itu diterima. Ibuku tuh tipe yang, dalam ledakan marahnya selama ini, udah bilang banyak hal menyakitkan padaku. Dia bahkan pakai kata-kata kayak “la‘nat” seolah-olah mengutuk itu hal yang biasa. Kadang aku khawatir doa-doa itu beneran jadi kenyataan, bahkan saat dia ngomong dalam keadaan emosi. Itu bikin aku takut - dia bilang hal-hal mengerikan, kayak nyebut aku “tidak berguna” pas aku coba bantu di dapur dan mengklaim suamiku dan mertuaku bakal mengusirku setelah menikah (kamu bisa tebak latar belakangku, lol). Aku biasanya berusaha untuk tidak tersinggung dan aku berdoa ke Allah agar aku bisa membuktikan dia salah. Tapi aku takut doa marahnya itu bakal diterima. Sekali dia bilang sesuatu kayak gitu pas Jum‘ah, dan kamu tahu kan betapa kuatnya doa di waktu itu. Apa yang bisa aku lakukan? Kadang dia menyerangku tanpa alasan, dan kemudian aku terjebak dalam perdebatan yang cuma bikin segalanya jadi lebih buruk - susah banget untuk tidak merespons saat kata-kata itu dilempar ke kamu. Aku juga khawatir kalau aku mulai kenal seseorang dan dia mengucapkan doa buruk, hubungan itu bisa berantakan. Aku udah lihat beberapa kata marahnya jadi kenyataan sebelumnya, dan itu bikin aku gak nyaman. Aku bahkan nggak mau kasih tahu dia tentang hal-hal baik terlalu awal karena seharusnya kita menerima barakah dan berkah dari orangtua, dan aku nggak mau mengambil risiko dia mengubahnya jadi hal yang negatif. Ada saran praktis atau doa yang bisa aku buat untuk melindungi diriku dan membuat hatiku tenang?

+220

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, saya mulai memberitahunya dengan tenang saat saya berada dalam suasana hati yang aman: ‘Tolong jangan katakan itu, itu menyakitkan saya.’ Kadang itu berhasil, kadang tidak. Dan setiap kali dia mencaci, saya berdoa ekstra untuk bimbingannya alih-alih membalas dengan kemarahan.

+9
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, sama di sini - ibu saya bisa keras banget kalo marah. Saya mulai pelan-pelan bikin istighfar dan ayatul kursi setelah dia ngeluarin emosi, itu bantu menenangkan saya. Juga coba untuk gak terlibat langsung saat itu, berjalan pergi dan ambil napas.

+7
Diterjemahkan otomatis

Menakutkan saat kamu melihat hal-hal jadi kenyataan, aku mengerti. Aku berusaha memaafkan dalam hatiku dan berdoa untuk perlindungan dan agar hatinya melunak. Memaafkan bukan berarti menerima rasa sakit, tetapkan batasan dengan lembut.

+8
Diterjemahkan otomatis

Dulu, aku suka menyembunyikan kabar baik, tapi kemudian aku sadar bahwa menyembunyikan itu bikin stres. Sekarang, aku kasih tahu keluarga dekat setelah doa dan tetap percaya. Juga, aku punya beberapa teman suportif yang selalu ingatkan aku bahwa aku nggak ditentukan oleh kata-katanya.

+5
Diterjemahkan otomatis

Oh cewek, aku udah ngalamin itu. Aku selalu ingat Allah mendengar doaku lebih dari kemarahan orang lain. Kirim doa diam untuk orangtua dan lindungi diriku dengan dzikir. Terapi juga membantu aku berhenti menyerap kata-katanya.

+14
Diterjemahkan otomatis

Singkatnya: jaga imanmu tetap kuat, bacalah Ayat al-Kursi setelah shalat dan cari perlindungan. Sederhana sih tapi ngebantu aku tidur lebih nyenyak setelah bertengkar hebat sama mamaku.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya merasakan ini sangat dalam. Ibu saya pernah mengatakan hal-hal serupa dan saya dulu sering panik. Sekarang saya punya daftar doa kecil dan setiap malam saya baca Surah Al-Falaq dan An-Nas. Itu memberi saya ketenangan, dan Allah itu Maha Penyayang.

+12

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar