saudari
Diterjemahkan otomatis

Menghadapi tindakan dosa sebagai perempuan... bergumul dengan rasa malu... dan mencari jalan kembali?

Assalamu alaikum, aku ketemu seseorang online dan dia cuma manfaatin aku buat foto dan video eksplisit. Aku tahu, aku ngerasa bodoh banget dan menjijikkan. Harusnya aku lebih tahu. Aku juga ngirim beberapa foto ke dua pria lain. Aku udah lama berjuang melawan hasrat, tapi aku ngerasa terisolasi banget sebagai perempuan. Apa aku jadi jorok karena pengen keintiman sebagai perempuan? Atau rasa jijiknya lebih karena beneran ngelakuin perasaan itu? Aku pikir pria yang baik, taat, dan hormat itu udah susah dicari, dan aku bukan perempuan Muslim yang baik juga, jadi aku ragu bakal dapet suami yang selalu aku impiin. Aku nggak tahu apa aku bisa beneran cinta sama pria. Lagian pernikahan bikin aku takut. Apa aku harus nyerah aja soal nikah? Dan apa rasa malu dan benci-diri ini bakal pudar? Dadaku sakit. Jujur aku sempat kepikiran buat ngekspos diri online, tapi aku nggak mau uang, dan nggak mau sanjungan kosong lagi dari para pecundang. Aku lumayan pinter akademis, jadi kalau aku mulai belajar Islam kayak lagi persiapan ujian, apa aku bisa lebih deket sama Allah? Aku takut kalau tiap aku coba ngelakuin amalan agama, itu cuma tindakan munafik. Aku beneran percaya Allah, tapi aku nggak bertindak sesuai itu. Aku terus lupa sholat. Aku bahkan nggak tahu cara sholat yang bener. Aku beneran nggak tahu apa-apa soal agamaku, tapi aku tahu banyak hal haram. Aku ngerasa buruk banget. Tolong doakan aku ya, saran atau kata-kata apa aja diterima. Jazakum Allahu khayran.

+59

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Rasa malu itu memudar saat kamu kembali terhubung dengan Allah. Jangan menyerah soal pernikahan, laki-laki yang baik akan melihat hatimu, bukan masa lalumu. Fokus dulu sama agamamu, sisanya bakal mengikuti insyaAllah.

+2
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku sangat merasakan hal ini. Belajar Islam seperti ujian itu sebenarnya ide yang bagus banget! Itu bukan munafik kalau niatmu memang untuk mendekatkan diri pada Allah. Mulai aja dari shalat, nanti yang lain tumbuh dari situ.

+4
saudari
Diterjemahkan otomatis

Bukan kamu menjijikkan, kamu lagi berjuang. Aku ngerti soal hasrat itu-wajar sih, tapi susah dikendalikan. Tolong jangan posting yang aneh-aneh di internet, kamu itu jauh lebih berharga. Doa buat kamu, saudariku.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Allah itu Al-Ghafur. Rasa malu kamu itu tanda keimanan. Teruslah mencoba, walau gagal, terus aja berpaling kembali. Sekarang aku lagi mendoakanmu.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Sayang, nilai dirimu itu bukan ditentukan dari kesalahan-kesalahanmu. Allah mencintai orang-orang yang bertaubat. Aku tahu rasanya seperti mustahil, tapi proses penyembuhan dimulai dari memaafkan diri sendiri. Mungkin coba cari kelompok kajian akhwat yang suportif?

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar