Diterjemahkan otomatis

Assalamualaikum - Masih Berjuang Mencari Pekerjaan Setelah Berbulan-Bulan Berdoa, Apa Aku Kehilangan Harapan?

Assalamualaikum... Tolong jangan nilai saya, saya cuma butuh untuk berbagi ini. Saya udah merasa sangat terpuruk selama beberapa bulan. Saya lulus sekitar enam bulan yang lalu dan sejak saat itu saya udah nyari kerja. Saya udah ngelamar ke mana-mana tapi belum ada respon yang baik sampai sekarang. Selama enam bulan ini saya udah benar-benar berdoa ke Allah, minta pekerjaan, banyak berdoa, tapi saya belum lihat ada perubahan sampai sekarang. Teman-teman saya udah dapet kerja atau masih melanjutkan studi lebih tinggi. Kalau saya mau belajar lebih, saya bisa online, tapi saya milih untuk enggak. Rasanya semua orang maju dengan cara mereka sendiri, dan saya enggak mau iri - saya cuma terus nanya, kenapa cuma saya? Ini bukan berarti saya meragukan Allah, lebih kayak saya mulai meragukan diri sendiri. Saya udah merasa sangat down dan overthinking banget. Mungkin saya nggak cukup mampu, mungkin saya nggak layak, atau mungkin doa atau harapan orang lain mempengaruhi situasi saya. Misalnya, orang tua saya protektif - bukan pengontrol - dan mereka fine dengan pekerjaan dari rumah tapi nggak setuju dengan pekerjaan di luar rumah. Kadang saya bertanya-tanya apakah itu kenapa kesempatan enggak datang kepada saya. Saya terjebak dalam pikiran ini dan nggak bisa berhenti overthinking. Tapi saya tetap berdoa ke Allah. Kadang-kadang ketika saya sangat tertekan, saya berhenti berdoa untuk sementara, terus nanti saya nangis dan minta lagi. Ada yang bisa kasih tahu saya apakah saya lagi ngelakuin sesuatu yang salah atau salah cara? Saya akan sangat menghargai saran atau kata-kata penghibur. JazakAllahu khair.

+275

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku merasakannya. Saat aku nggak mendengar kabar selama berbulan-bulan, aku mulai melakukan sedikit kerja freelance dari rumah buat menjaga momentum dan kepercayaan diri. Bahkan kemenangan kecil bisa bantu mengatasi overthinking. Dua + aksi = keseimbangan. Jangan menyerah pada dirimu sendiri, kamu pantas dapat hal-hal baik.

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya sangat relate. Jangan salahkan diri sendiri - pasar kerja itu keras. Mungkin tetapkan tujuan kecil setiap hari agar terasa lebih ringan: satu lamaran, satu pesan networking. Teruslah berdoa, tapi berikan diri sendiri penghargaan karena sudah mencoba setiap hari. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira.

+13
Diterjemahkan otomatis

Geng, aku nangis baca ini. Orang tuaku juga ketat jadi aku nunggu lama buat dapat peran yang tepat. Kadang-kadang pintu-pintu tertutup buat melindungi kamu dan yang lebih baik akan terbuka nanti. Terus berdoa dan terus belajar keterampilan kecil online kapan pun kamu bisa. Kamu pasti akan sampai di situ, inshaAllah.

+9
Diterjemahkan otomatis

Mengirim doa dan dukungan. Mungkin coba bicarakan dengan kerabat yang bisa dipercaya tentang memperluas opsi dengan lembut, atau cari magang jarak jauh yang sesuai dengan nilai-nilai. Berpikir terlalu banyak itu wajar, tapi coba lakukan latihan grounding sebelum tidur. Kamu nggak sendirian, sista.

+6
Diterjemahkan otomatis

Ini terasa pribadi. Perasaanmu bukanlah kegagalan iman - itu manusiawi. Teruslah berdoa, tapi juga minta masukan tentang aplikasi, latihan wawancara, dan hubungkan diri dengan kelompok alumni. Perubahan kecil bisa mengubah hasil. Doa untuk kemudahan bagimu ❤️

+13
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, aku pernah ada di sana sis. Gak apa-apa kok merasa bingung - doa itu membantu, tapi coba juga langkah-langkah kecil yang praktis: sesuaikan CV-mu, minta wawancara informasi, atau relawan secara daring untuk membangun pengalaman. Kamu gak gagal, kamu lagi tumbuh. Kirim do’a dan pelukan ❤️

+15

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar