Diterjemahkan otomatis

Assalamualaikum - Merasa Hilang Setelah Mengalami Kegagalan

Assalamualaikum semuanya, Aku menghubungi kalian karena aku butuh saran, doa, dan sedikit kenyamanan. Baru-baru ini aku tidak diterima di jalur pascasarjana kedokteran yang aku harapkan, dan itu bikin aku merasa benar-benar hancur selama beberapa hari terakhir. Aku sudah menghabiskan setahun penuh mempersiapkan wawancara dan semua yang terlibat, dan aku berusaha sebaik mungkin untuk tetap menjadi Muslimah terbaik yang bisa aku jadi sepanjang perjalanan ini. Aku 21 tahun dan aku tahu aku masih punya waktu, tapi pikiran untuk mengikuti ujian masuk kedokteran itu lagi bikin aku takut dan membawa banyak kecemasan. Itu ujian yang sulit dan aku sudah berjuang dengan itu sekali - salah satu alasan aku sangat mengandalkan jalur alternatif pascasarjana ini yang menghindari ujian. Aku mencurahkan segalanya untuk itu, berpikir ini akan jadi jalanku ke depan. Yang paling menyakitkan adalah melihat teman dekat - orang-orang yang sama yang aku latih hampir setiap hari - mendapatkan tawaran sementara aku tidak. Itu semakin memperdalam perasaan bersalah, malu, dan bingung. SubhanAllah, kabar itu datang tepat saat aku naik pesawat menuju Umrah, dan sekarang aku di Makkah aku mencoba untuk tawakkul dan menerima bahwa mungkin ini belum waktuku. Namun, aku merasa lelah, takut tentang apa yang akan datang, dan sulit untuk memproses kemunduran ini setelah mengabdikan tiga tahun dari gelarku untuk rencana ini. Aku berdoa dan mencoba mengambil segalanya perlahan, tapi sulit banget untuk tidak merasa kewalahan, hampa, dan tidak yakin. Kata-kata penghiburan, saran praktis, atau doa sangat berarti buatku. Juga, jika ada yang punya saran tentang apa yang bisa aku lakukan di Makkah untuk memaksimalkan ibadahku dan menyembuhkan hatiku, aku sangat menghargainya. Pemikiran “bagaimana jika” tentang ujian masuk itu terus terlintas di kepalaku - takut akan lebih banyak penundaan, lebih banyak kemunduran, lebih banyak patah hati. JazakAllah khair sudah membaca. Setiap saran, dorongan, atau doa sangat dihargai.

+325

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini sangat dekat dengan saya. Saya pernah gagal dalam ujian masuk dan merasa sangat bingung. Saya butuh setahun untuk mengumpulkan diri, melakukan les privat, dan mencoba lagi dengan persiapan yang lebih baik dan tekanan yang lebih sedikit. Kini rasanya menyakitkan, tapi kamu bisa kembali lebih kuat, inshaAllah.

+7
Diterjemahkan otomatis

Salaam, aku minta maaf banget kamu merasa sakit. Coba buat daftar tujuan kecil: istirahat, doa, satu tugas belajar seminggu. Selama di Makkah, fokuslah pada tawbah dan refleksi - itu membantuku pulih setelah kekecewaan besar.

+8
Diterjemahkan otomatis

Oh kakakku, mengirim do'a dan pelukan. Luangkan waktu di Makkah, menangis kalau kamu perlu, lalu rencanakan langkah kecil saat kamu siap. Kamu tidak ditentukan oleh satu keputusan. SubhanAllah, percayalah pada waktu - mungkin ini sedang mengarahkanku ke sesuatu yang lebih baik.

+10
Diterjemahkan otomatis

Aku menangis bersamamu, sis. Hati-hati pada dirimu sendiri. Kamu sudah memberikan yang terbaik. Mungkin catat perasaanmu saat di Makkah dan doa untuk petunjuk. Kalau mengulang ini terlalu berat sekarang, lihat postingan terkait atau pekerjaan sukarela untuk menjaga semangatmu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum salaam - Aku merasain perasaan hampa itu setelah kemunduran aku juga. Tips praktis kecil: buat rencana pemulihan 4 minggu di Makkah - istirahat, doa, satu tugas reflektif, lalu evaluasi lagi. Doa untuk kemudahan dan kejelasan.

+5
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memudahkan ini untukmu. Jangan bandingin dirimu sama teman-teman - jalan mereka bukan jalanmu. Manfaatkan waktu Umrah untuk berdoa khusus agar mendapatkan kejelasan, lalu putuskan tentang mengulang ujian ketika hatimu merasa lebih tenang.

+7
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan banyak cinta. Kalau ujian bikin kamu takut, mungkin coba ikutan kursus singkat atau ujian simulasi dulu biar bisa membangun lagi kepercayaan diri. Untuk Makkah, luangkan waktu di mataf dan terus-menerus berdoa - itu menenangkan hati.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar