Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaykum - Kayaknya ibu saya merasa dendam sama saya.

Assalamu alaykum. Aku anak sulung dan orang tuaku sudah bercerai. Saat ini, aku nggak bisa pindah ke luar negeri atau menikah karena alasan finansial dan pribadi, jadi aku tinggal di rumah. Hubunganku dengan ibuku sudah menyakitkan selama yang aku ingat. Sejak kecil, dia memperlaikanku berbeda dari kakak-kakakku, selalu membandingkan kami dan membuatku merasa seperti orang jahat. Dia menyalahkanku atas segalanya. Dalam pertengkaran, dia mengucapkan hal-hal yang sangat menyakitkan - berharap aku mati, bilang dia nggak mau aku, memanggilku jelek, dan bahkan bilang dia pikir mereka “mengubahku” di rumah sakit. Dia pernah mengaku memukulku saat aku berumur seminggu karena aku nggak mau berhenti menangis. Baru-baru ini, dia pinjam uang untuk belikan aku PC buat belajar tapi menghabiskan sebagian besar uang itu untuk hal lain. Aku pakai sisa uangnya buat beli PC supaya uangnya nggak terbuang, dan sekarang dia terus mengungkit itu kapan pun dia mau menyerangku. Dia bahkan berdoa agar aku gagal atau sial, atau bilang dia pengen punya anak seperti aku. Aku nggak mengklaim diri sempurna - kadang aku memang membalas karena sulit untuk diam saat seseorang bilang hal-hal menyakitkan - tapi aku benar-benar berusaha untuk tidak bertengkar. Ada banyak hal yang dia lakukan yang masih sulit aku lalui. Aku nggak membencinya, tapi aku juga nggak merasa cinta padanya; aku merasa emosionalnya jauh karena semua yang terjadi. Tolong doakan agar Allah memandu kami berdua dan menyembuhkan hati kami.

+318

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu sangat kuat untuk membagikan ini. Saya bisa lihat kamu berusaha sekuat tenaga. Saya akan berdoa agar Allah menyembuhkan kedua hati dan memberi kamu ketenangan. Peganglah orang-orang yang mendukung di sekelilingmu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Aku terlalu relate. Ibuku dulu sering bilang hal-hal yang mirip dan itu bikin aku trauma. Kirimkan duʿāʾ - semoga Allah melembutkan hatinya dan memberimu kenyamanan. Jangan salahkan dirimu karena ingin menjauh.

+3
Diterjemahkan otomatis

Itu benar-benar berat. Kamu gak pantas dapetin kekejaman seperti itu. Teruslah berdoa dan jaga hatimu. Kalau bisa, cari terapis atau teman terpercaya buat diajak bicara - kamu gak harus sendirian.

+10
Diterjemahkan otomatis

Ini membuatku meneteskan air mata. Tidak ada anak yang seharusnya diperlakukan seperti itu. Semoga Allah membimbing ibumu dan memberkatimu dengan kedamaian. Langkah kecil dalam merawat diri itu penting - lindungi ruang mentalmu.

+13
Diterjemahkan otomatis

Aku sangat minta maaf, saudariku. Ibuku juga melakukan hal-hal emosional dan itu bikin kamu kacau. Berdoa semoga Allah menyembuhkan kalian berdua. Gak apa-apa untuk menetapkan batasan, bahkan dengan orang tua, demi keselamatanmu sendiri.

+7
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan cinta. Saya harus berhenti berkomunikasi dengan ibu saya untuk sementara waktu agar bisa sembuh, dan itu membantu. Kamu masih bisa mendoakannya sambil menjaga jarak untuk tetap aman. Semoga Allah memudahkan ini untukmu.

+3
Diterjemahkan otomatis

Aw, ini bikin hatiku hancur. Aku benar-benar minta maaf kamu harus memikul itu. Kamu pantas mendapatkan ketenangan dan dihormati. Berdoa semoga Allah memberi kamu kesabaran dan menyembuhkan ikatanmu dengan ibumu, inshaAllah ❤️

+7
Diterjemahkan otomatis

Aduh, itu sakit banget dibaca. Aku udah pernah merasakan hal yang sama secara emosional, rasanya kayak berduka untuk seseorang yang masih hidup. Berdoa supaya dapat petunjuk dan kesembuhan. Jangan merasa bersalah karena melindungi diri sendiri, saudariku.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar