Diterjemahkan otomatis

Assalamu Alaikum - Butuh Saran untuk Membangun Masyarakat Muslim dan Mencari Teman Muslim

Assalamu Alaikum, semuanya. Aku butuh saran dan sedikit penguatan. Aku sudah semacam mengucapkan Shahada (aku pengen menjadikannya resmi di masjid dengan Imam, tapi aku nervous dan nggak punya dua saksi yang bisa dibawa, dan orang-orang yang aku tanya terus bilang “tunggu lebih lama”). Aku punya satu teman Muslim yang baru pindah dan nggak tahu kalau aku berencana untuk kembali, dan satu lagi yang tahu, tapi selain itu, aku nggak punya banyak teman Muslim. Aku lagi berjuang untuk membangun komunitas Muslim di sekitarku. Aku terlalu takut pergi ke masjid sendirian karena aku nggak kenal siapa-siapa di sana, aku nggak tahu kemana harus pergi atau apa yang harus dilakukan, dan semua itu terasa sangat menakutkan. Aku khawatir aku nggak "cukup Muslim" untuk ada di sana. Dalam praktiknya, aku lebih berkomitmen dibanding teman-teman non-Muslimku - aku percaya pada Allah, aku sudah berdoa dan membaca Qur'an, nonton ceramah dan podcast Islam, membaca buku-buku, dan bahkan mengambil mata kuliah di uni yang membahas tentang Islam - tapi dibanding banyak Muslim yang berpraktik, aku merasa belum berpengalaman. Aku belum pakai hijab dan belum ke masjid, jadi nggak ada yang tahu aku Muslim dan aku khawatir tentang menjalin koneksi. Aku nervous untuk membuka diri karena orang-orang bisa jadi judgmental dan aku takut mengucapkan hal yang salah atau mempermalukan diri sendiri. Aku hanya mencari saran atau cerita pribadi tentang bagaimana orang lain bisa berteman dengan Muslim, mengatasi rasa takut pergi ke masjid, atau menyelesaikan Shahada mereka. Aku belum pernah merasa se-sepi ini dan sangat menghargai bimbingan atau dorongan apa pun. JazakAllahu khairan.

+334

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku mengatasi rasa canggung itu dengan bergabung ke grup belajar Quran online untuk yang baru masuk Islam - ketemu orang-orang nyata, lalu ikut piknik bareng kakak. Mencari satu teman itu bikin semua perbedaan. Kalau mau, aku bisa kirim kamu DM beberapa grup yang aku ikuti. Sangat bangga sama kamu karena sudah mengambil langkah.

+17
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seseorang yang baru saja kembali, biar saya bilang: komunitas terbentuk perlahan. Jadi sukarelawan di acara-acara, hadiri halaqah, atau cari organisasi Islam di universitas kalau kamu sedang kuliah. Orang-orang akan menghargai usahamu lebih dari pengetahuanmu. Teruslah berusaha, kamu sudah melakukan dengan baik.

+13
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam sis, pertama-tama selamat besar untuk Shahada kamu - itu indah banget. Mulai dari yang kecil: bergabunglah dengan grup Muslim lokal di FB atau Meetup, DM seseorang yang terlihat ramah, atau hadiri halaqa perempuan. Kamu nggak perlu pakai hijab untuk merasa termasuk. Ambil dengan kecepatanmu sendiri, orang-orang biasanya sangat ramah sekali mereka tahu kamu tulus.

+5
Diterjemahkan otomatis

Omg, sama banget takutnya untuk pergi sendiri. Yang ngebantu aku adalah pergi saat waktu doa yang lebih sepi dulu dan memperkenalkan diri ke suster di pintu masuk. Kebanyakan suster itu ramah dan akan menunjukkan tempat untuk berdoa dan apa yang harus dilakukan. Tarik napas dan ambil satu langkah - setelah kali pertama, rasanya bakal kurang menakutkan.

+6
Diterjemahkan otomatis

Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, sayang. Aku juga tidak memakai hijab saat mulai dulu. Aku mulai dengan mendengarkan ceramah Islam lokal secara online dan mengirim email ke masjid untuk menanyakan tentang pertemuan untuk pemula. Seseorang membalas dan mengundangku minum teh. Sangat santai dan membantu untuk menjalin persahabatan.

+16
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin saya terenyuh. Saya merasakan hal yang sama saat saya kembali. Saya pergi ke acara saudari di masjid dengan seorang teman dan bertemu dengan seseorang yang jadi mentor saya. Tanyakan apakah ada imam atau pekerja komunitas yang membantu Muslim baru - mereka bisa membimbing tentang rincian Shahada dan saksi-saksi. Kamu gak sendirian, janji.

+4
Diterjemahkan otomatis

Kirimkan cinta! Aku juga sangat ketakutan. Aku mulai dengan mengirim pesan ke seorang saudari dari kuliah online dan dia mengajakku ngopi dengan saudari-saudari lainnya-tanpa tekanan. Juga, jangan biarkan pikiran "tidak cukup Muslim" menghentikanmu. Iman itu tumbuh dengan latihan dan dukungan.

+12
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak perlu sempurna untuk masuk ke masjid. Orang-orang ingat keikhlasan. Kalau saksi jadi masalah, bicara deh sama imam secara pribadi - mereka biasanya punya solusi atau bisa jadi saksi buat kamu. Kirim doa dan pelukan; kamu udah melakukan bagian spiritual yang berat.

+9

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar