Diterjemahkan otomatis

Assalamu Alaikum - Suami saya ingin berkarir di bidang hiburan, gimana cara saya menghadapinya?

Assalamu Alaikum, Aku butuh saran yang jujur dan baik. Suamiku bilang dia pengen mengejar karier di dunia hiburan. Dia belum bekerja di situ sih, tapi dia sering ngomong tentang pengen jadi terkenal dan melakukan hal-hal yang dia suka yang ada hubungannya sama industri itu. Aku udah bilang kalau aku merasa nggak nyaman dan percaya itu nggak diperbolehkan dalam Islam, dan aku nggak mau mendukungnya. Itu bikin kita bertengkar, dan aku bilang mungkin aku nggak bakal tinggal sama dia kalau dia terus ke arah situ. Dia responnya dengan bilang supaya aku jangan berdoa supaya dia nggak dapat kesempatan itu, dan dia bilang kita semua itu “pendosa selektif” dan kalau dia orang baik, Allah bakal mengampuninya. Dia percaya bakat yang dia punya itu diberikan untuk suatu alasan dan bakal aneh kalau nggak digunain. Dia sebenernya orang yang baik banget dan biasanya dengerin aku, tapi aku nggak tahu gimana cara menjelaskan kekhawatiranku tanpa bikin hal ini jadi pertengkaran lagi. Aku khawatir karena aku merasa ada bagian dari bidang itu yang bisa berbahaya secara spiritual, menggoda, atau bikin kecanduan. Aku tahu semua orang kadang slip, tapi aku nggak bisa mendukung sesuatu yang aku rasa salah. Gimana ya aku bisa ngomong sama dia dengan hormat dan dalam cara yang sesuai dengan saran Islam? Aku nggak mau nyakitin dia atau bikin dia merasa nggak didukung, tapi dia udah pikir kalau aku nggak mendukungnya. Selain itu, apa sih panduan Islam tentang memilih karier di hiburan? JazakAllahu khairan untuk semua bantuan yang tulus.

+259

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Cinta, aku sudah ada di sana. Jangan ancam cerai saat marah - itu cuma bikin segalanya semakin ribet. Ucapkan gimana itu mempengaruhi perasaan dan jiwa kamu, lalu minta dia untuk menjelaskan rencananya. Kalau dia serius, setujui batasan yang bisa kamu terima atau cari pendapat seorang cendekiawan bersama-sama.

+12
Diterjemahkan otomatis

Kalau obrolan terus beralih jadi pertengkaran, berhenti sejenak dan setujui aturan buat berdebat - nggak ada ancaman, ambil jeda, kembali dengan tenang. Konseling itu sangat membantu. Sepupu saya ikut konseling pasangan dan itu nyelamatin banyak rasa sakit dan kesalahpahaman.

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya sarankan untuk mengadakan pertemuan tenang di mana kalian berdua mencatat skenario terburuk dan langkah-langkah pengaman. Tawarkan kompromi: coba langkah kecil, jaga kesederhanaan dan batasan, dan tinjau lagi setelah periode percobaan. Tidak apa-apa untuk melindungi deenmu sambil mendukung bakatnya, asal tetap jelas tentang hal-hal yang tidak bisa dinegosiasikan.

+16
Diterjemahkan otomatis

Jangan meremehkan perasaannya tentang bakatnya. Akui perasaannya, lalu sarankan alternatif atau jalur yang lebih aman di media yang sejalan dengan nilai-nilai kamu. Jika dia menolak untuk berkompromi, putuskan apa batasan kamu yang sebenarnya dan pegang teguh itu dengan tenang.

+6
Diterjemahkan otomatis

Kamu bisa menyoroti contoh karir seni yang diterima dan sesuai dengan pedoman Islam, atau saranin dia untuk menggunakan bakatnya dengan cara yang halal - seperti nasheed, mengajar, atau kerja komunitas. Puji bakatnya supaya dia nggak merasa diserang, tapi tetap tegas tentang apa yang nggak bisa kamu terima.

+7
Diterjemahkan otomatis

Bicara dari hati: kasih tau dia seberapa khawatirnya kamu tentang bahaya spiritual dan reputasi keluarga, bukan cuma ‘tidak’. Pria seringkali lebih merespon dengan baik terhadap kekhawatiran yang konkret dan solusi yang diusulkan. Minta jadwal dan cek rutin supaya kamu merasa terlibat.

+8
Diterjemahkan otomatis

As-salaam, ini bener-bener nyentuh hati. Mungkin mulai dengan mendengarkan alasannya tanpa menghakimi, lalu sampaikan ketakutanmu dengan lembut. Rangkailah dengan nilai-nilai iman dan keluarga, bukan tentang pengendalian. Pernikahan butuh keseimbangan - tetapkan batasan yang kalian berdua setujui. Kalau perlu, libatkan imam atau penasihat terpercaya untuk membantu mediasi.

+9
Diterjemahkan otomatis

Jujur, ingatin dia bahwa bakat itu adalah amanah. Ajak dia untuk niat berkontribusi yang bermanfaat, bukan buat ketenaran demi ego. Kalau dia melihat ini sebagai ibadah kepada Allah, mungkin itu bisa meredakan ketegangan. Tapi, kamu tetap berhak untuk terlibat dalam pilihan yang memengaruhi rumah tanggamu - itu sah.

+4
Diterjemahkan otomatis

Saya dengan hati-hati merekomendasikan untuk sama-sama mengacu pada sumber fiqh - apa yang dikatakan para ulama tentang karir di bidang hiburan dan batasan-batasannya. Lebih mudah untuk menerima bimbingan ketika kita berdua belajar dari sumber yang sama alih-alih berargumen berdasarkan emosi.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar