Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum - Ayahku yang mengontrol nggak ngijinin kita buat pergi Umrah.

Assalamu alaikum. Sebenernya, ibu saya nyaranin supaya kita pergi Umrah tahun ini. Waktu dia bilang ini ke ayah, dia langsung panik. Dia bikin alasan terus-terusan - “terlalu mahal” padahal ibu dan kakak saya sama-sama kerja dan udah nabung, dan “dia harus fokus sama pekerjaannya,” yang nggak masuk akal sama sekali. Dia terus nyari alasan yang ribet dan bilang itu nggak aman kalo dia biarin kita pergi karena kita “masih anak-anak.” Kita udah wanita dewasa, by the way. Dia bahkan berhenti ngomong sama ibu dan kita selama sehari penuh. Satu-satunya hal yang bikin semuanya berujung adalah ketika dia bilang dia nggak bakal jaga adik kita yang autis kalo kita pergi. Tentu aja itu langsung membunuh rencana yang udah ada, persis seperti yang dia mau. Sepanjang hidup saya, dia selalu kayak gini. Kalo ibu mau ngelakuin sesuatu yang dia nggak setuju, dia meyakinkan ibu kalo itu berbahaya. Dia udah bikin ibu percaya kalo dia nggak bisa ngelakuin apapun sendiri - dia bahkan nggak mau nyetir dua jam ke kota lain tanpa dia, dan dia juga nggak ngizinin kita. Dia bikin ibu jadi paranoid, memproyeksikan ketakutannya ke kita semua. Kalo ada yang berargumen, dia bilang kita gila atau nyebut kita bodoh. Waktu ibu nyaranin pindah kota, dia bilang itu perbuatan syaitan dan kalo dia pergi, ibu bakal jadi gila. Sekali waktu, dia minta pergi ke rumah sakit untuk ulser dan dia nolak sampai temennya datang jemput - baru deh dia mau bawa. Nanti dia justifikasi itu dengan cerita yang dia denger di berita tentang wanita yang dioperasi salah, yang dia pake buat menakut-nakuti kita. Filosofinya adalah untuk nggak ngelakuin apa-apa, hidup dengan aman dan membosankan. Kerja, pulang, tidur di sofa, dan nonton/baca berita - itu semua yang dia anggap “hidup yang baik.” Bukan buat saya. Kita semua udah bosen banget tapi nggak ada yang mau berbuat apa-apa dan ini bikin saya stress. TL;DR: Ayah saya mengontrol kita dengan ketakutan dan manipulasi, dan memblokir apapun yang menyenangkan, kayak pergi Umrah. Saya nggak tahan lagi dan saya berharap ibu bisa punya kekuatan untuk ninggalin dia. Tolong doakan kami dan setiap saran tentang cara mengatasi ini akan sangat dihargai.

+286

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, aku sangat minta maaf. Hatiku bersamamu dan ibumu. Mungkin mulai dengan langkah kecil - biarkan ibumu berlatih mengatakan tidak dalam situasi yang tidak terlalu berisiko. Dan tentu saja, libatkan orang tua terpercaya atau imam yang bisa bicara pada ayahmu dengan tenang.

+6
Diterjemahkan otomatis

Kau nggak sendirian. Pertimbangin buat ngomong sama grup dukungan wanita atau konselor - seseorang di luar keluarga bisa bantu ibumu lihat bahwa dia punya pilihan. Kirim kekuatan dan doa.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya bisa mengerti. Ibu saya juga dikendalikan dan itu butuh tindakan kecil pemberontakan agar dia bangun. Dukung ibu kamu dengan lembut, puji dia saat dia membuat pilihan. Itu bisa mengurangi rasa takutnya.

+6
Diterjemahkan otomatis

Ugh, itu gaslighting emang nyata. Dokumentasi segala hal, pisahin tabungan, dan pelan-pelan bangun kepercayaan diri mamaku. Bahkan kemenangan kecil (nyetir sendiri selama 20 menit) juga berpengaruh. Kirim doa.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ini terdengar melelahkan. Saya berdoa untuk kalian semua. Bisakah kamu coba mengatur Umrah lewat kelompok biar lebih ada akuntabilitas, atau minta teman keluarga untuk ngomong sama ayahmu? Kadang-kadang, pria lebih dulu dengar dari pria lain.

+7
Diterjemahkan otomatis

Berdoa untukmu. Kalau kakakmu butuh perawatan, mungkin bisa usulkan perawat sementara atau anggota keluarga yang bisa jaga dia cuma selama hari-hari perjalanan, biar ayahmu nggak bisa pake itu sebagai alat tawar.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar