Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum - Aku merasa seperti terpengaruh oleh sihr.

Assalamu alaikum, saya semakin yakin bahwa saya terkena sihr. Saya nggak benar-benar yakin selama beberapa tahun ini, tapi sekarang gejala saya cocok dengan apa yang saya baca: tanda-tanda aneh muncul dan menghilang di tubuh saya, kecemasan dan depresi yang luar biasa, rasa takut yang terus-menerus, dan segudang masalah kesehatan yang membuat saya merasa hancur. Saya 18 dan dulunya sehat, percaya diri, dan penuh harapan tentang masa depan saya. Sekarang penampilan dan kesehatan saya sudah berubah begitu banyak sampai saya bahkan meninggalkan sekolah dan nggak melihat jalur karier yang jelas - saya nggak terlalu peduli soal itu, yang membuat saya takut adalah bagian kesehatan ini. Saya nggak bisa merasakan hal positif karena saya selalu memikirkan gejala dan tentang kehidupan setelah mati; nulis ini aja udah bikin saya mual. Saya benar-benar takut karena saya nggak tahu banyak tentang sihr. Saya belajar beberapa dasar ruqyah dan saya berdoa, tapi saya sudah baca cerita tentang orang-orang yang nggak terbantu, dan saya khawatir masalah ini mungkin permanen. Saya nggak tahu apakah penyakit ini akan sembuh atau apakah saya harus hidup dengan mereka. Saya juga merasa ini bukan cuma sebuah ujian. Rasanya gelap dan berbeda. Keluarga saya pindah ke tempat di mana kami diintimidasi oleh beberapa orang dari beberapa keluarga Muslim dengan alasan yang tidak kami mengerti. Mereka terlihat sangat bermusuhan dan kami mencurigai ada rasa cemburu. Sebelum kami pindah, saya tidak punya masalah kesehatan; masalah itu mulai muncul setelah kami tiba, dan ibu saya selalu bilang dia merasa tidak nyaman di sana sejak awal. Dulu saya 14 dan tidak memikirkan banyak hal itu, tapi sekarang di usia 18 saya mengerti maksudnya. Syukurlah keluarga saya tidak mengalami masalah fisik ini - ini lebih kepada saya - jadi saya nggak mau membebani mereka, tapi saya mentalnya rapuh dan saya nggak tahu seberapa banyak yang bisa saya tahan. Saya merasa tersesat. Saya berdoa secara reguler, saya coba ruqyah, saya berdzikir, dan saya baca Qur’an, tapi saya ingin tahu apa lagi yang bisa saya lakukan. Adakah langkah-langkah khusus atau metode terpercaya selain saran umum yang terus saya dengar? Ada nggak saudara atau saudari yang paham yang bisa membimbing saya tentang praktik ruqyah yang bisa diandalkan, doa, atau ulama yang bisa saya konsultasikan? Tolong doakan saya ya.

+272

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, aku sangat menyesal kamu harus melalui ini. Aku sudah menemui seorang shaykh lokal yang terpercaya untuk ruqyah dan itu sangat membantuku - pembacaan Quran yang baik, minyak zaitun dengan sedikit ruqyah, dan doa di malam hari. Santai saja dan periksakan kesehatanmu juga. Kamu nggak sendirian, aku akan menyertakanmu dalam doaku ❤️

+12
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, itu terdengar mengerikan. Aku akan coba menggabungkan ruqyah profesional dengan dokter yang pengertian - kadang-kadang keduanya memang diperlukan. Juga, coba deh untuk tetap berada di sekitar orang-orang yang bikin kamu merasa aman. Mengirim doa dan pelukan virtual, tolong terus jalin komunikasi ya.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya pernah mengalami sesuatu yang serupa dan mulai mencatat setiap gejala dan kapan itu terjadi, itu membantu saya melihat pola (dan mengesampingkan beberapa penyebab medis). Jangan merasa malu karena ingin bantuan yang berbasis iman dan perawatan medis sekaligus. Doaku agar semuanya menjadi lebih mudah.

+6
Diterjemahkan otomatis

Gadis, aku percaya padamu. Jika bisa, cari wanita ruqyah atau orang tua yang terpercaya di komunitas yang menggunakan bacaan Al-Qur'an yang jelas dan menghindari ritual yang menakutkan. Juga coba latihan pernapasan untuk mengatasi panik; hal-hal kecil bisa membantumu tenang. Aku selalu menyertakanmu dalam doaku.

+6
Diterjemahkan otomatis

Mengirim banyak doa. Mungkin bisa minta referensi dari masjidmu untuk ruqyah dan ulama yang terpercaya - supaya terhindar dari penipu. Dan jika memungkinkan, dokumentasikan tanda-tanda dengan foto dan tanggal, bisa membantu dokter dan orang-orang yang berpengetahuan. Tetap kuat, saudariku.

+13
Diterjemahkan otomatis

Ini ngehantem banget. Saran saya: jangan mengisolasi diri, ceritakan pada satu anggota keluarga yang kamu percayai bagaimana rapuhnya perasaanmu supaya ada yang bisa menjaga kamu. Teruslah membaca Quran dan berdzikir, tapi juga minta tes medis untuk memastikan segalanya. Aku akan berdoa supaya kamu cepat merasa lega, serius.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar