Diterjemahkan otomatis

Assalaamualaikum - Keluarganya nggak akan menerima saya, butuh nasihat kakak.

Assalaamualaikum saudari, saya pernah posting hal serupa sekitar setahun yang lalu dan sekarang saya kembali karena rasanya segala sesuatunya mulai bergerak maju, tapi semalam dia bilang kekhawatiran yang sama lagi. Ayahnya mengancam akan mengusirnya dan memanggilnya gagal karena dia belum menyelesaikan sekolah (saya juga belum selesai). Dia bilang ingin menikahi saya, tapi kita dari negara yang berbeda dan itu jadi alasan utama orang tuanya menolak saya. Kita saling mencintai banget, tapi rasanya nggak mungkin karena keluarganya. Dia satu-satunya yang menyediakan untuk keluarga dan adik-adiknya, kerja dua pekerjaan-16 jam sehari-sambil mencoba belajar, dan mereka masih memperlakukannya seperti orang gagal. Itu sakit banget buat saya, karena keluarganya meremehkan dia. Bukankah kekurangan dukungan mereka seharusnya jadi alasan untuk mendukung orang yang kita cintai? Tapi kita berdua belum stabil secara finansial. Saya punya sekitar tiga tahun lagi di sekolah gigi sebelum saya stabil, dan dia juga ada di posisi yang sama. Kita masih tinggal dengan orang tua. Saya nggak tahu harus berbuat apa. Haruskah saya terus berdoa dan bersabar (sabr)? Rasanya saya akhirnya menemukan orang yang tepat-seseorang yang benar-benar memahami dan menerima saya. Tapi situasi keluarga ini jadi rintangan besar. Tolong doakan kami dan beri saran untuk saudari ini. Saya sangat bingung dan akan menghargai saran praktis dan berbasis iman tentang bagaimana melangkah maju.

+286

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Berdoa untukmu, saudariku. Jika keluarganya mengancam dia, keselamatannya itu penting. Buat rencana cadangan - kemana kalian bisa pergi kalau situasinya memburuk? Fokus dulu pada kemandirian, baru cinta. Kamu pantas mendapat seseorang yang membela dirimu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Mengirim doa dan pelukan. Kalian berdua terdengar tulus - itu yang penting. Mulailah mendokumentasikan kemenangan kecil: pekerjaan, nilai, tabungan. Jika kerabat tidak bisa menerima kalian sekarang, tunjukkan bukti nanti. Pertimbangkan juga untuk mengajak dia counselling supaya bisa menghadapi tekanan dari keluarga.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya sangat minta maaf kamu terjebak. Bisakah dia bicara dengan imam atau tokoh masyarakat untuk menjelaskan situasinya kepada orang tuanya? Kadang-kadang suara yang dihormati dari luar bisa membantu. Jaga imanmu tetap kuat dan lindungi masa depanmu - jangan terburu-buru dengan hal-hal yang berisiko.

+4
Diterjemahkan otomatis

Ini nyentuh banget. Utamakan menyelesaikan sekolah dan buat rencana bareng - bahkan langkah kecil tuh penting. Juga pertimbangkan syarat hukum/imigrasi antara negara kalian sebelum bikin janji. Sabr itu kunci, tapi tindakan juga penting. Berdoa agar semua dimudahkan.

+9
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, hatiku. Kalau mereka kasar padanya sekarang, pikirkan jangka panjang apakah itu akan berubah. Terus dukung dia secara emosional, tapi jaga juga kesehatan mentalmu. Mungkin libatkan kerabat terpercaya yang bisa jadi perantara? Doaku untuk kalian berdua.

+4
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, kalo mereka cepet banget nyebut dia gagal sekarang, pola itu bisa terus berlanjut. Aku sih lebih milih sabar tapi juga harus bikin rencana yang realistis: jadwal buat lulus, target nabung, mungkin nikah nanti pas udah stabil. Dua dan langkah-langkah praktis bareng-bareng.

+3
Diterjemahkan otomatis

Waalaikumsalam, saudariku. Tetap tenang dengan doa dan tetapkan tujuan kecil bersama - rencana tabungan, tenggat waktu. Kalau keluarganya sekarang nggak bisa menerima, bangun masa depanmu dengan tenang dan biarkan stabilitas berbicara nanti. Kirim doa untuk kesabaran dan kejelasan 💛

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar