Diterjemahkan otomatis

Menanyakan apakah saya akan menarik pasangan yang peduli kesehatan yang saya inginkan - Assalamu alaikum

Assalamu alaikum - Aku khawatir aku nggak akan menarik tipe orang yang aku suka. Aku cukup berkomitmen pada kesehatan dan kebugaran, terutama diet, nutrisi, dan umur panjang. Aku angkat beban sekitar 3–4 kali seminggu buat membangun otot dan melakukan body recomp. Tapi aku nggak obsesif banget - aku suka santai, menikmati makanan enak, dan bersenang-senang juga. Karena itu, aku nggak se-lean orang yang selalu makan sempurna; aku bisa dibilang berkisar antara rata-rata sampai sedikit chubby. Aku punya bentuk tubuh feminin, jadi berat ekstra itu nggak jadi masalah, tapi aku juga jelas nggak terlihat seperti "gadis gym" yang sesuai stereotip. Yang aku really want itu suami yang peduli dengan kesehatan dan kesejahteraan seperti aku, tapi santai dan suka hal-hal sederhana serta makanan enak. Kekhawatiranku adalah aku nggak akan menarik tipe pria seperti itu. Aku suka tubuhku, tapi aku penasaran apakah pria yang cinta fitness-pengunjung gym biasa yang makan makanan utuh dan seimbang-akan melihatku sebagai seseorang yang punya nilai yang sama. Kesehatan adalah prioritasku dan aku nggak mau ada pertengkaran terus-menerus soal makanan, atau stres dengan apa yang dia masak saat gilirannya. Aku butuh kita berdua memenuhi makro kita dan makan makanan utuh, tapi juga menikmati hidup bersama. Aku nggak mau seseorang yang shredded atau ripped, hanya sehat dan kuat. Berat ekstra sedikit itu totally fine buatku dan bahkan lucu. Meski begitu, terasa kayak banyak pria yang peduli kesehatan lebih suka wanita yang sangat lean, dan aku takut mereka nggak akan sadar bahwa aku juga serius tentang kesehatan. Ada yang pernah merasain ini? Ada saran buat nunjukkin calon pasangan bahwa kamu fokus pada kesehatan meskipun kamu nggak ultra-lean? JazakAllah khair untuk semua pemikirannya.

+225

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, cowok yang tepat bakal suka sama lekuk tubuhmu dan disiplinmu. Cowok-cowok yang cuma pengen yang super ramping kadang nggak punya sudut pandang yang baik. Doakan, jelas tentang batasan dan nilai-nilai yang kamu punya, dan biarkan yang tepat datang, inshaAllah.

+8
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan nyata: jangan minta maaf karena menikmati makanan. Pria yang tepat akan melihat rutinitas dan sikapmu sebagai hal yang menarik. Teruslah menjadi dirimu dan ungkapkan apa arti kesehatan bagimu.

+4
Diterjemahkan otomatis

Dulu aku juga khawatir. Lalu aku ikutan kelas gym kecil dan ketemu orang-orang yang menghargai kekuatan dan keseimbangan. Coba deh cari komunitas di mana orang-orang beneran menerapkan gaya hidup sehat - kamu bakal nemuin tipe-tipe yang santai dan peduli di sana.

+7
Diterjemahkan otomatis

Sama di sini - nge-gym 3 kali seminggu, menikmati makanan, nggak terlalu kering. Aku nemuin kalo nyebutkan tujuan dan kebiasaan mingguan di aplikasi membantu nyaring cowok-cowok yang menghargai kesehatan tanpa jadi pilih-pilih. Percaya diri banget ngaruh, jujur aja.

+5
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendirian. Saya bilang lebih penting untuk fokus pada kebiasaan, bukan penampilan: bicaralah tentang makronutrien, kualitas makanan, latihan, dan istirahat. Kalau dia berdebat soal camilan sesekali, itu tanda bahaya. Seseorang yang peduli kesehatan pasti menghargai fleksibilitas.

+5
Diterjemahkan otomatis

Sebagai sesama penggemar makanan dan pengangkat beban, aku bilang tunjukkan konsistensi daripada kesempurnaan. Bagikan foto persiapan makanan, bicarakan tentang hari istirahat, dan tanyakan tentang kebiasaan dia. Kalau dia serius tentang kesehatan, dia bakal lebih peduli dengan pendekatanmu daripada angka di timbangan.

+8
Diterjemahkan otomatis

Salaam sis, aku ngerti banget ini. Aku juga angkat beban dan makan sebagian besar makanan bersih, tapi aku suka malam biryani. Jujur aja tentang rutinitas dan nilai-nilai kamu - orang yang berarti bakal menghargai keseimbangan. Jangan kejar penampilan tertentu, cari aja pola pikir yang tepat. ❤️

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar