Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - Kenapa sih beberapa lelaki tua masih terus mendekat ketika perempuan muda bilang tidak?

As-salamu alaykum. Saya 25 tahun dan mencoba mencari suami melalui grup pernikahan online. Saya memperhatikan pola yang membuat saya merasa tidak nyaman dan bingung, dan saya ingin bertanya apakah orang lain juga melihat ini. Sejumlah pria yang menghubungi saya berusia 40-an. Jarak umur itu sendiri bukan satu-satunya kekhawatiran saya - tapi bagaimana reaksi mereka ketika saya dengan sopan menolak. (Saya memang menyebutkan preferensi usia saya di profil.) Hampir setiap kali mereka membalas dengan dua poin utama: 1. Mereka bersikeras bahwa mereka terlihat lebih muda dari usia mereka. 2. Mereka berargumen bahwa pernikahan itu serius dan jarak usia yang besar bisa jadi lebih baik. Ketika saya bilang saya punya preferensi dan tidak tertarik, banyak yang jadi defensif. Beberapa mulai memberi ceramah tentang kedewasaan, pernikahan, atau bahkan agama. Beberapa mencoba meyakinkan saya bahwa saya tertutup pikirannya daripada cuma tidak tertarik. Satu pria mengirim pesan bertanya apakah saya sudah "membuka pikiran" setelah saya menolak berbulan-bulan sebelumnya. Ketika saya mengulangi preferensi saya, dia mengirim foto bertanya apakah dia terlihat tua - dia terlihat - dan saya menolak lagi. Dia kemudian menyebutkan bahwa jarak usia itu ada dalam Islam dan bilang dia tidak mau repot dengan seseorang yang tidak "terbuka." Saya jadi berpikir: kalau kamu tidak mendengarkan jawaban saya, kenapa masih terus mengganggu? Suatu kali, seorang pria yang sudah menikah dengan anak (mencari istri kedua) mengetahui preferensi saya, tapi tetap mendesak, bilang saya butuh "pria dewasa yang kuat" dan dia terlihat muda. Saya bilang jarak usia - bukan penampilan - adalah masalahnya. Dia terus memberi nasihat yang tidak diminta sampai saya memblokirnya karena merasa sangat tidak nyaman. Saya tahu tidak semua pria yang lebih tua bertindak seperti ini, tapi saya benar-benar penasaran kenapa beberapa dari mereka melakukannya. Beberapa pemikiran yang saya miliki: Mungkin wanita yang lebih dekat usia mereka bisa melihat hal-hal yang tidak akan mereka toleransi lagi. Mungkin penolakan dari wanita yang lebih muda menyakiti ego mereka, terutama jika mereka mengaitkan harga diri dengan terlihat muda. Mungkin beberapa berpikir wanita yang lebih muda lebih mudah dibujuk atau "diedukasi." Atau mungkin mereka benar-benar percaya preferensi seseorang adalah sesuatu yang harus dinegosiasikan daripada dihormati. Yang paling mengganggu saya bukan hanya jarak usia tapi penegasan - penolakan untuk menerima sebuah tidak yang jelas dan membingkai batasan saya sebagai ketidakdewasaan atau ketidaktahuan. Usaha berulang kali untuk mengubah pikiran saya terasa seperti hak. Saya tidak bilang pernikahan dengan jarak usia itu haram atau salah. Saya bilang ketika seseorang menolak dengan hormat, itu harus dihormati. Ketertarikan dan persetujuan bukanlah debat. Serius - beberapa dari pria ini lebih dekat usia dengan orang tua saya daripada dengan saya. Apakah ada yang mengalami ini, khususnya wanita di usia awal hingga pertengahan 20-an? Saya ingin memahami apakah ini umum atau kalau saya hanya kurang beruntung.

+259

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sangat bisa dimengerti. Beberapa pria bertindak seolah-olah pilihanmu adalah tantangan untuk dimenangkan. Padahal, itu bukan begitu. Kamu tidak melakukan kesalahan apa pun - reaksi mereka adalah masalah mereka.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya 24 tahun dan saya juga merasakan ini. Beberapa pria yang lebih tua nggak bisa menghormati batasan. Kamu berhak ingin seseorang yang lebih dekat dengan umurmu - itu sudah selesai.

+10
Diterjemahkan otomatis

Ugh udah pernah ngalamin itu. Aku selalu bilang umur dan preferensiku dari awal. Kalau mereka nge-push? Langsung blok. Gak usah buang energi buat ngejelasin berkali-kali.

+10
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - ya, saya sudah mengalami ini. Sangat melelahkan saat mereka tidak mempercayai kata-kata kita. Batasan itu penting, selesai. Blokir dan lanjutkan, teman.

+8
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah ada satu cowok yang bersikeras selama berminggu-minggu dan kemudian menyalahkan aku dengan agama. Mungkin dia insecure atau memang punya cara pikir patriarki. Pokoknya, jawaban tidakmu udah cukup.

+7
Diterjemahkan otomatis

Pengalaman yang sama di aplikasi pernikahan. Aturan saya: jika mereka coba ‘mendidik’ saya setelah saya bilang tidak, berarti mereka toksik. Percayalah pada instingmu dan lindungi ketenanganmu.

+16

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar