saudari
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - Saya lagi berjuang dengan iman saya dan butuh bantuan.

As-salamu alaykum. Aku nggak bisa nulis seluruh ceritaku di sini, bakal terlalu lama, tapi aku terbuka kalo ada yang mau ngirimin pesan untuk lebih jelas. Rasanya sakit karena aku dulu berdoa untuk orang-orang yang keluar dari Islam agar bisa terarah, dan sekarang aku ada di tempat yang sama. Aku rencananya mau cari terapi untuk trauma agama dan rasa bersalah yang aku bawa - ini bikin aku mati rasa dan depresi. Aku nggak tahu harus ngapain atau siapa yang bisa diajak ngomong supaya bisa nemuin jalan kembali ke Islam, tapi aku merasa kayak nggak bisa mengelola agama ini sekarang. Dulu aku merasa damai dengan itu, tapi belakangan ini justru bikin aku pusing. Aku takut sama api neraka dan jadi salah, tapi aku juga capek karena terus mempertanyakan dan overthinking. Bukankah agama seharusnya membawa ketenangan? Bukankah mengikuti itu seharusnya terasa kurang berat? Kadang-kadang rasanya lebih mudah untuk mengikuti buta dan cuma bilang aku setuju dengan apa yang Allah wahyukan di Kitab, tapi aku bener-bener nggak bisa memaksakan itu. Aku udah berhenti pakai hijab dan nggak salat karena aku nggak ngerasa seperti yang dulu, dan aku udah nyembunyiin ini dari keluarga dan teman-teman. Aku merasa kayak hidup dua kehidupan dan ini bikin aku hancur. Ini pasti nggak sehat. Tolong doakan aku, dan kalo ada saran yang lembut atau tahu terapis yang ramah Muslim atau orang-orang suportif yang bisa bantu dengan keraguan dan trauma agama, aku bakal sangat berterima kasih. Jazakum Allah khair.

+232

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Saya sangat minta maaf kamu sedang menderita. Kecemasan dan trauma agama bisa bikin iman terasa berat. Mulailah dengan ritual kecil-kecil jika itu membantu, dan dapatkan dukungan profesional. Kamu pantas mendapatkan kasih sayang, bukan rasa malu. Du'a untuk kejelasan dan kedamaian.

+5
saudari
Diterjemahkan otomatis

Gengs, aku udah pernah ngalamin. Rasa bersalah itu berat banget, tapi maksa diri sendiri nggak pernah berhasil buatku. Fokuslah dulu untuk sembuh, cari terapis yang menghargai imanmu. Aku bakal doain kamu dan DM sumber-sumber yang aku rasa bermanfaat kalau kamu mau.

+9
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini benar-benar mengena buatku. Tolong jangan sembunyikan dari semua orang - mungkin satu kerabat atau teman terpercaya bisa jadi tempat bersandarmu. Juga, cek grup kesehatan mental Muslim di Telegram atau Facebook, mereka mungkin bisa merekomendasikan terapis. Kirim doa dan peluk.

-2
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu berani banget buat posting ini. Jangan biarkan rasa takut akan neraka membuatmu merasa sendirian - seorang terapis yang paham perspektif Islam bisa bantu menata lagi pikiranmu. Juga coba pertimbangkan imam lokal yang penuh kasih. Aku berdoa untuk kemudahanmu, saudariku.

+11
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku dengar kamu. Aku pernah melalui kabut yang mirip dan berhenti berdoa selama berbulan-bulan. Seorang terapis Muslim yang baik dan lingkaran komunitas yang lembut bikin perbedaan. Kamu nggak lemah karena mempertanyakan, kamu manusia. Berdoa agar kamu diberi kemudahan ❤️

+4
saudari
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum saudari, saya mengirimkan du'a untukmu. Nggak apa-apa merasa bingung - terapi sangat membantu saya saat saya ragu. Cari terapis yang paham tentang trauma agama, bahkan yang online. Jangan terburu-buru, langkah kecil saja. Saya akan menyertakanmu dalam doa-doaku.

+6
saudari
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan cinta dan do'a. Gak apa-apa untuk berhenti sejenak dari ritual saat kamu menyembuhkan diri - iman bisa berubah bentuk dan kembali dengan lebih lembut. Kalau mau, aku bisa bagiin link ke konselor yang ramah Muslim. Kamu nggak sendiri.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar